Dialami Presiden Barcelona Joan Laporta, Bisakah Aritmia Kambuh usai Operasi?

Dialami Presiden Barcelona Joan Laporta, Bisakah Aritmia Kambuh usai Operasi?

detikHealth
Rabu, 12 Agu 2026 08:05 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
BARCELONA, SPAIN - MARCH 15: Joan Laporta, presidential candidate, cast his vote during the election day for the presidency of FC Barcelona at Spotify Camp Nou on March 15, 2026, in Barcelona, Spain. (Photo By Javier Borrego/Europa Press via Getty Im
Presiden Barcelona Joan Laporta (Foto: Javier Borrego/Europa Press via Getty Images)
Jakarta -

Presiden Barcelona Joan Laporta sempat menjadi sorotan setelah diketahui menjalani tindakan medis terkait aritmia. Setelah operasi, Laporta mengatakan bahwa jantungnya kini memiliki ritme normal.

"Semuanya berjalan lancar. Aritmia saya telah pulih. Jantung saya berdetak teratur lagi," kata Laporta di media sosial, dikutip dari ESPN.

Kabar tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya, jika aritmia sudah dioperasi, apakah masih bisa kambuh lagi?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aritmia adalah gangguan irama jantung yang membuat detaknya bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Penanganannya beragam, mulai dari obat-obatan, pemasangan alat pacu jantung, hingga ablasi kateter.

ADVERTISEMENT

Menurut Spesialis Penyakit Dalam dengan Subspesialisasi Kardiovaskular, dr Simon Salim, SpPD-KKV dari Brawijaya Hospital, aritmia yang sudah dioperasi ternyata bisa kambuh lagi atau biasanya muncul di titik yang berbeda.

"Bisa karena dianya sembuh lagi. Fokus aritmia yang sudah kami coba terapi, kita tindakan prosedur hancurkan, kami matikan, padamkan lah listriknya. Namanya jantung, ia hidup kan masih bisa sembuh lagi," kata dr Simon kepada detikcom usai acara detikSore, Senin (10/8/2026).

"Atau yang kedua kambuhnya di tempat lain, jadi tempa yang titik itu (awal) sudah padam, tapi di titik lain dia muncul lagi yang baru," sambungnya.

Saat aritmia kambuh atau muncul di titik yang berbeda, dr Simon mengatakan bahwa kondisinya bisa jadi lebih parah atau tidak.



(dpy/suc)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads