Runner up Duta Wisata Raka-Raki Jawa Timur berinisial TFR diduga meminta pacarnya melakukan aborsi kandungan ke Singapura. Atas kasus ini, TFR terancam sanksi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
"Terkait Dugaan Tindak Kekerasan Seksual yang Melibatkan Anggota Ikatan Raka Raki Jawa Timur. Kami Ikatan Raka Raki Jawa Timur menyatakan sikap tegas atas dugaan tindakan kekerasan seksual yang melibatkan anggota organisasi. Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan, pelecehan, atau penyalahgunaan kekuasaan yang melanggar hukum, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan," kata Ikatan Raka Raki Jawa Timur dalam akun media sosialnya @rakaraki_jatim, dilansir detikjatim, Senin (10/8/2026).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Evy Afianasari menyebut gelar untuk TFR bisa dicabut apabila semua bukti sudah lengkap. Disbudpar dan Ikatan Raka Raki Jatim telah memanggil TFR terkait kasus tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti hari Selasa kami akan membuat sidang, jadi nanti keputusannya apa akan kami sampaikan berikutnya. Tapi sanksi terberat adalah pencabutan gelar dan pencoretan nama yang bersangkutan dalam Ikatan Raka Raki," kata Evy kepada detikJatim, Senin (10/8/2026).
Risiko Aborsi
Di tengah simpang siur informasi yang beredar, penting untuk memahami bahwa aborsi bukan sekadar isu hukum dan sosial, tetapi juga berkaitan erat dengan risiko kesehatan yang serius, terutama bila dilakukan secara tidak aman.
Dikutip dari National Health Service (NHS) UK, aborsi pada dasarnya merupakan prosedur yang aman. Namun, sama seperti pengobatan medis lainnya, tetap ada risiko komplikasi di baliknya.
Risiko ini akan meningkat seiring dengan lamanya kehamilan berlangsung. Komplikasi aborsi dapat meliputi:
- Sisa kehamilan yang tertinggal dan memerlukan operasi untuk mengangkatnya
- Pendarahan hebat
- Kerusakan pada rahim
- Infeksi, termasuk sepsi
Jika infeksi rahim dibiarkan tanpa pengobatan, ada kemungkinan kecil bahwa hal itu dapat menyebabkan Pelvic Inflamantory Disease (PID) yang dapat meningkatkan risiko infertilitas atau kehamilan ektopik, yakni sel telur yang menempel di luar rahim.










































