Kenapa Sisa Cabai Suka Nyempil di Sela Gigi? Ini Penjelasannya

Gigi dan Mulut

Kenapa Sisa Cabai Suka Nyempil di Sela Gigi? Ini Penjelasannya

detikHealth
Rabu, 12 Agu 2026 07:04 WIB
Ni‘matun Mutmainah, S.H.G.
Ditulis oleh:
Ni‘matun Mutmainah, S.H.G.
Sarjana Higiene Gigi dari Universitas Gadjah Mada dengan kompetensi dalam upaya preventif-promotif kesehatan gigi dan mulut. Saat ini mengikuti program MagangHub sebagai penulis artikel gaya hidup.
Five hot red peppers on a yellow background
Sisa cabai sering nyangkut di sela gigi, kenapa ya? Foto: Getty Images/happyphoton
Jakarta -

Pernah menemukan sisa cabai yang tiba-tiba terselip di sela gigi setelah makan? Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi. Sisa makanan yang tersangkut di antara gigi disebut food impaction atau impaksi makanan. Dalam bahasa sehari-hari, kondisi ini biasa disebut selilitan.

Potongan makanan dapat masuk dan terjepit di sela gigi saat mengunyah. Kondisi ini lebih mudah terjadi jika terdapat ruang di antara dua gigi.

Mengapa cabai mudah terselip?

Cabai yang dipotong kecil dapat ikut terdorong bersama makanan saat dikunyah. Ukurannya yang kecil membuat potongan cabai dapat masuk ke celah di antara gigi. Namun, kondisi serupa juga dapat terjadi pada makanan lain. Sisa makanan lebih mudah tersangkut jika terdapat celah di antara gigi, posisi gigi berubah, atau terjadi penyusutan gusi di antara dua gigi. Bagian gusi tersebut disebut papila interdental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sela gigi juga termasuk bagian yang sulit dibersihkan hanya dengan sikat gigi. Jika sisa makanan tidak dibersihkan, plak dapat menumpuk di area tersebut. Plak merupakan lapisan tipis yang mengandung bakteri dan terbentuk pada permukaan gigi.Penumpukan plak dapat memicu peradangan gusi. Kondisi ini dapat ditandai dengan gusi yang tampak merah, bengkak, atau mudah berdarah.

ADVERTISEMENT

Cara mencegah makanan menyelip di sela gigi

Menjaga kebersihan sela gigi dapat membantu mencegah penumpukan sisa makanan dan plak. Selain menyikat gigi dua kali sehari, bersihkan sela gigi menggunakan dental floss atau benang gigi. Jika celah gigi cukup lebar penggunaan interdental brush atau sikat gigi khusus sela gigi dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Membersihkan sela gigi sebaiknya dilakukan dengan lembut agar tidak melukai gusi. Benang gigi dapat digerakkan perlahan mengikuti bentuk sisi gigi, bukan ditarik atau ditekan langsung ke gusi. Jika sisa makanan sering tersangkut di satu bagian, area tersebut sebaiknya mendapat perhatian lebih saat membersihkan sela gigi.

Kebiasaan setelah makan juga dapat membantu. Jika belum sempat membersihkan gigi, berkumur dengan air dapat membantu mengangkat sebagian sisa makanan yang tertinggal. Namun, berkumur tidak menggantikan menyikat gigi dan membersihkan sela gigi.

Hindari membersihkan sisa makanan dengan benda tajam, seperti jarum atau ujung benda keras. Cara tersebut dapat melukai gusi dan menyebabkan iritasi pada jaringan di sekitar gigi.

Jika makanan terus-menerus terselip di sela gigi yang sama, kondisi tersebut sebaiknya tidak hanya diatasi dengan mengeluarkan sisa makanan setiap kali selesai makan. Sela gigi yang sering menjadi tempat tersangkutnya makanan dapat berkaitan dengan bentuk atau posisi gigi, celah antargigi, maupun kondisi gusi.

Terlebih jika keluhan disertai gusi mudah berdarah, bengkak, nyeri, atau bau mulut yang menetap, sebaiknya periksakan ke dokter gigi. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebab makanan sering tersangkut dan menentukan cara perawatan yang sesuai.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Spit Vs Rinse, Dilema Kumur-kumur Usai Gosok Gigi"
[Gambas:Video 20detik] (nim/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads