Gaduh Konten Usus Buntu Berbau 'Black Campaign', Kemenkes RI Ditantang Investigasi

Gaduh Konten Usus Buntu Berbau 'Black Campaign', Kemenkes RI Ditantang Investigasi

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Kamis, 13 Agu 2026 05:05 WIB
Ultrasound of a womans abdomen on a laptop screen monitor in a doctors office, diagnostics of an abdominal pain, medicine
Unggahan kontroversial soal pengalaman berobat di Penang memantik kontroversi di kalangan medis. Foto: Getty Images/Victoria Kotlyarchuk
Jakarta -

Netizen tengah ramai membandingkan pelayanan kesehatan antara rumah sakit di Indonesia vs luar negeri. Berawal dari content creator Fahira Almira yang mengunggah pengalaman berobat usus buntu, lalu berujung tudingan endorsement dari RS di Penang, Malaysia.

Perbedaan diagnosis usus buntu antara tiga rumah sakit di Indonesia dan RS Penang berakhir menjadi spekulasi publik soal dugaan "black campaign" yang dilakukan kreator tersebut. Sebagian kalangan meyakini, konten tersebut merupakan iklan terselubung.

Dinilai bisa mencederai citra profesi dokter, unggahan tersebut jadi sorotan banyak pihak. Salah satunya dari dokter sekaligus pakar Global Health Security, dr Dicky Budiman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dr Dicky, perlu ada investigasi lebih lanjut terhadap kasus ini. Kementerian Kesehatan RI, menurutnya perlu mendalami kontroversi ini agar tidak menjatuhkan reputasi dokter Indonesia.

"Saran saya, ya, investigasi resmi dari Kemenkes supaya ada langkah proporsional dan tepat, ya, untuk memverifikasi apakah ini kritik jujur berbasis fakta medis atau kampanye komersial terselebung," kata dr Dicky kepada detikcom, Selasa (11/8/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, Kemenkes dapat melakukan verifikasi dengan meminta rekaman medis resmi jika ada keraguan diagnosis.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merespons hal ini dengan mengatakan pihaknya belum melihat dan akan mengecek terlebih dahulu konten video tersebut.

"Saya belum lihat, tapi nanti saya akan catat, nanti aku cari," ujar Menkes Budi pada wartawan saat ditemui di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (11/8).





(aur/up)
Gaduh Lagi gara-gara Usus Buntu
18 Konten
Gara-gara urusan radang usus buntu, dokter-dokter Indonesia kembali dipojokkan. Seorang influencer mengaku 3 kali didiagnosis radang usus buntu di Indonesia hingga harus operasi. Saat periksa ke Penang, ternyata dibilang tidak ada masalah.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads