Guru Besar FKUI Ungkap Banyak Pasien Kembali Dirawat di RI usai Gagal Diobati di LN

Guru Besar FKUI Ungkap Banyak Pasien Kembali Dirawat di RI usai Gagal Diobati di LN

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Kamis, 13 Agu 2026 15:22 WIB
Ilustrasi rumah sakit
Ilustrasi (Foto: Getty Images/hxdbzxy)
Jakarta -

Belakangan ramai masyarakat yang membandingkan kualitas dokter Indonesia dengan luar negeri. Banyak yang menganggap kualitas pelayanan kesehatan di negara lain lebih baik daripada negeri sendiri.

Kasus ini ramai setelah seorang selebgram mengaku mendapatkan hasil yang berbeda terkait diagnosis kesehatannya. Oleh dokter Indonesia, ia didiagnosis mengidap radang usus buntu, namun ketika berobat ke Penang, dirinya justru dinyatakan sebaliknya.

Ditanya mengenai hal ini, Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Prof Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa terkait isu berobat ke luar negeri, pelayanan kesehatan Tanah Air memang seringkali dipojokkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Padahal di satu sisi saya juga mesti bilang, ada juga pasien-pasien yang gagal diobati di Penang, berobat juga akhirnya ke Indonesia. Ini yang mesti kita ketahui," kata Prof Ari kepada detikcom, Kamis (13/8/2026).

Terkait kasus usus buntu yang viral, Prof Ari mengatakan diagnosis memang bisa berbeda antara rumah sakit satu dan lainnya. Hal ini disebabkan oleh seberapa parah kondisi pasien.

ADVERTISEMENT

"Bahkan, jangankan 3 bulan, mungkin dalam 2-3 minggu kalau kondisinya membaik, maka gejala akutnya sudah hilang. Tapi bisa saja pasien masih ada dalam fase apendisitis kronis," katanya.

Apendisitis kronis sewaktu-waktu juga bisa mengalami kekambuhan akut. Dengan demikian, kondisi pasien ketika diperiksa pertama kali tidak selalu sama dengan pemeriksaan selanjutnya.

"Jadi memang kurang pas juga kalau dibilang pasien bisa naik pesawat, kemudian bisa berobat ke rumah sakit di sana, jalan kaki, segala macam, dinyatakan sebagai kondisi yang akut. Jadi memang bisa saja pada saat datang sudah kondisinya tidak akut lagi," kata prof Ari.

"Sudah mungkin kronis kalau diperiksa pun juga tidak terbukti lagi adanya infeksi," tambahnya.



(dpy/kna)
Gaduh Lagi gara-gara Usus Buntu
18 Konten
Gara-gara urusan radang usus buntu, dokter-dokter Indonesia kembali dipojokkan. Seorang influencer mengaku 3 kali didiagnosis radang usus buntu di Indonesia hingga harus operasi. Saat periksa ke Penang, ternyata dibilang tidak ada masalah.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads