IDI Minta Kemenkes Investigasi Kematian Dokter PPDS di Sumut, Ada Laporan Bullying

IDI Minta Kemenkes Investigasi Kematian Dokter PPDS di Sumut, Ada Laporan Bullying

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Kamis, 13 Agu 2026 16:07 WIB
Stressed tired healthcare worker sitting on floor
Ilustrasi (Foto: Getty Images/bymuratdeniz)
Jakarta -

Kabar duka kembali datang dari dunia kedokteran Indonesia. Dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), dr Josapat Bima Sakti Sitepu dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (8//20268).

Sejauh ini belum ada informasi resmi mengenai kronologi meninggalnya dokter PPDS Anestesi tersebut. Namun, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengaku mendapatkan informasi dr Josapat menggunakan obat anestesi untuk dirinya sendiri.

"Informasi yang kami terima menunjukkan bahwa almarhum menghadapi tekanan ekonomi dan diduga ada bully," jelas Kabid Humas PB-DI, dr Cashtry Meher, saat dihubungi detikcom, Kamis (13/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, informasi tersebut masih belum dapat diverifikasi, sehingga PB-IDI mendorong Kemenkes untuk melakukan investigasi.

ADVERTISEMENT

"Dalam konteks evaluasi sistem, PB-IDI mendorong Kementerian Kesehatan untuk melihat persoalan ini sebagai bagian dari penguatan keselamatan obat dan perlindungan tenaga kesehatan," tegasnya.

dr Chastry mewakili PB-IDI mengungkapkan belasungkawa mendalam atas kematian almarhum.

"Bagi kami, setiap kehilangan seorang dokter adalah kehilangan bagi keluarga, bagi sejawat, dan juga bagi bangsa," tuturnya.

Sebagai penutup, PB-IDI menegaskan, siap berkoordinasi dengan Kemenkes dan pihak terkait untuk menghasilkan perbaikan sistem yang konkret.



(naf/naf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads