Teknologi Kedokteran Nuklir SPECT-CT Bisa Cek Fungsi Ginjal Lebih Akurat

Teknologi Kedokteran Nuklir SPECT-CT Bisa Cek Fungsi Ginjal Lebih Akurat

Fara Difa Alfeni - detikHealth
Kamis, 13 Agu 2026 18:58 WIB
Teknologi Kedokteran Nuklir SPECT-CT Bisa Cek Fungsi Ginjal Lebih Akurat
Foto: Mayapada
Jakarta -

Hasil pemeriksaan ginjal yang tampak normal belum tentu mencerminkan fungsi ginjal secara menyeluruh. Pada kondisi tertentu, pasien dapat memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti SPECT-CT Scan (Single Photon Emission Computed Tomography-Computed Tomography).

Teknologi kedokteran nuklir tersebut mampu mengevaluasi fungsi sekaligus kondisi ginjal dalam satu pemeriksaan. SPECT-CT kini telah tersedia di Jakarta dan dapat diakses masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, meski ketersediaannya masih terbatas, yakni kurang dari 10 rumah sakit di Indonesia.

Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), dr. Lim Andreas, Sp.KN menjelaskan SPECT-CT merupakan teknologi pencitraan dalam kedokteran nuklir yang menggunakan zat radioaktif atau radiofarmaka dalam dosis sangat kecil dan aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"SPECT-CT mampu menunjukkan kondisi ginjal sekaligus menilai fungsi masing-masing ginjal, aliran darah, serta letak dan kondisi kelainan secara lebih akurat. Hal ini penting karena pada beberapa kasus, kedua ginjal dapat terlihat normal pada pemeriksaan pencitraan lain, padahal salah satunya sudah mengalami penurunan fungsi," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, SPECT-CT umumnya direkomendasikan ketika diperlukan penilaian fungsi dan kondisi ginjal secara bersamaan.

ADVERTISEMENT

"Pemeriksaan ini dapat membantu mengevaluasi berbagai kondisi, seperti sumbatan saluran kemih, kelainan bawaan pada ginjal, jaringan parut akibat infeksi saluran kemih berulang, penilaian fungsi ginjal sebelum pengangkatan ginjal, evaluasi setelah transplantasi, serta massa atau tumor ginjal," tambahnya.

Bagaimana Pemeriksaan SPECT-CT Dilakukan?

Dr. Andreas menjelaskan pemeriksaan SPECT-CT diawali dengan penyuntikan radiofarmaka melalui pembuluh darah. Setelah zat tersebut mengalir ke ginjal, pasien menjalani pemindaian menggunakan SPECT-CT dalam posisi berbaring.

"Selanjutnya, pancaran radiasi dari radiofarmaka menghasilkan gambaran fungsi ginjal, detail struktur ginjal, dan jaringan di sekitarnya," ujarnya.

Teknologi tersebut memiliki keunggulan yang tidak hanya bermanfaat bagi dokter, tetapi juga bagi pasien. Informasi yang diperoleh dari pemeriksaan SPECT-CT dapat membantu memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi ginjal.

"Hasil pemeriksaan SPECT-CT memberikan kepastian bagi pasien mengenai penyebab gangguan ginjal sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Informasi yang lebih lengkap juga membantu mengurangi kebutuhan menjalani pemeriksaan tambahan yang tidak diperlukan, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan dengan lebih cepat dan tepat," katanya.

SPECT-CT Hadir di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Di tengah perkembangan teknologi pencitraan medis, masyarakat kini memiliki akses yang lebih luas terhadap pemeriksaan kedokteran nuklir. Teknologi SPECT-CT telah hadir di Ibu Kota melalui Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang memiliki layanan Nuclear Medicine & Molecular Theranostic Center.

Layanan tersebut juga didukung teknologi PET-CT Scan untuk diagnosis penyakit, termasuk kanker, dengan kemampuan whole-body imaging, hasil pencitraan lebih tajam, waktu pemeriksaan lebih cepat, dan alur perawatan yang lebih terarah.

Dengan pendekatan Comprehensive Cancer Care, layanan ini terintegrasi dengan Oncology Center MHJS yang menangani tumor dan kanker. Penanganan juga didukung kolaborasi multidisiplin melalui Tumor Board dalam menyusun rencana perawatan, serta pendampingan Patient Navigator yang terdiri dari dokter dan perawat selama proses pengobatan.

Pemanfaatan teknologi SPECT-CT juga mendukung kelengkapan layanan Tahir Uro-Nephrology Center Mayapada Hospital untuk menangani berbagai gangguan pada ginjal dan saluran kemih, mulai dari deteksi dini, diagnosis, hingga tindakan minimal invasif.

Teknologi tersebut membantu proses skrining, penegakan diagnosis, hingga perencanaan terapi sehingga penanganan pasien dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Untuk menjadwalkan konsultasi dokter terkait kebutuhan pemeriksaan berbasis nuklir di Mayapada Hospital, masyarakat dapat menghubungi call center 150770, WhatsApp 0817-1715-077, atau aplikasi MyCare.

Bila terjadi kegawatdaruratan, masyarakat dapat menghubungi call center 150990 atau menggunakan emergency call button di aplikasi MyCare.

Informasi seputar kesehatan dari dokter Mayapada Hospital juga dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips. Selain itu, pengguna dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).

(akd/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads