Soroti Risiko Minum Obat Diet Sembarangan, BPOM Singgung Review-Promosi oleh Influencer

Health Corner

Soroti Risiko Minum Obat Diet Sembarangan, BPOM Singgung Review-Promosi oleh Influencer

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 14 Agu 2026 15:33 WIB
Health corner
Foto: Ari Saputra/detikHealth)
Jakarta -

Review produk kesehatan oleh influencer di media sosial bisa menjadi salah satu pertimbangan masyarakat sebelum menggunakan suatu produk. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya pada setiap ulasan, terutama ketika menyangkut obat penurun berat badan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan promosi berbagai produk oleh influencer terkadang disertai klaim yang berlebihan. Produk yang dipromosikan pun beragam, mulai dari obat, kosmetik, hingga makanan.

"Betul ada beberapa produk-produk yang lagi apakah itu obat, kosmetik atau makanan. Ada juga perkembangan di mana influencer mempromosikan produk-produk tertentu sehingga kadang overclaim berlebihan dan sebagainya," ucapnya dalam agenda Health Corner 'Kelola Obesitas Secara Aman, Waspada Produk Obat Abal-abal', Jumat (14/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Taruna, masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika menemukan review obat di media sosial. Sebab, orang yang memberikan ulasan belum tentu memiliki kompetensi untuk memberikan informasi terkait penggunaan obat.

Dalam konteks tersebut, BPOM mengatur peran serta masyarakat dalam pengawasan obat dan makanan melalui Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2025. Taruna mengatakan aturan tersebut juga berkaitan dengan pengawasan produk diet.

ADVERTISEMENT

"Peraturan nomor 16 tahun 2025 yang intinya adalah Badan POM ingin mengatur peran serta masyarakat dalam pengawasan obat dan makanan. Oke. Nah, dalam konteks inilah intinya yang sebetulnya kita bicara pada produk-produk diet," jelasnya.

Taruna juga mengingatkan untuk memastikan terlebih dahulu ketentuan penggunaan obat penurun berat badan, termasuk apakah obat tersebut memerlukan resep dokter. Ia juga menyarankan konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

"Nah, nah dalam konteks itulah maka masyarakat diharapkan memastikan dulu kalau itu obat-obat peruntukannya harus mendapatkan resep dokter, lebih bagus berkonsultasi langsung kepada misalnya dokter gizi atau dokter ahli penyakit dalam, dokter ahli diabetes supaya karena nanti dia tidak bisa mengambil obat itu secara otomatis tanpa resep dokter itu tadi," katanya.

"Sebab kalau dia mengambil dan mendapatkan itu biasanya distributornya kami hukum," tegas Taruna.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Health Corner: Kelola Obesitas Secara Aman, Waspada Produk Abal-Abal"
[Gambas:Video 20detik] (suc/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads