Cerita Menkes soal Perjuangan Pasien Komplikasi Kehamilan di Tengah Bencana Gempa NTT

Cerita Menkes soal Perjuangan Pasien Komplikasi Kehamilan di Tengah Bencana Gempa NTT

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Minggu, 16 Agu 2026 08:08 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyebab Indonesia masih kekurangan dokter spesialis karena program PPDS atau pendidikan dokter spesialis di RI berbeda dengan negara lain. Hal itu diungkap dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Selasa
Budi Gunadi Sadikin. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kerusakan berat di RSUD Nagekeo akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), berdampak pada layanan pasien. Seorang ibu hamil yang mengalami komplikasi terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit di wilayah lain.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berdasarkan laporan gubernur dalam rapat koordinasi.

"Kita ada satu pasien di Nagekeo yang ibu hamil, melahirkan, komplikasi berat, nggak bisa dibawa karena rumah sakitnya nggak beroperasi," kata Menkes, ditemui di area Car Free Day (CFD) Jakarta Selatan, Minggu (16/8/3026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk ditangani di rumah sakit lain, butuh waktu tempuh yang tidak sebentar. Menkes menceritakan, RSUD Borong yang paling dekat berjarak 2 jam dari lokasi pasien, dan berikutnya ada RSUD Komodo yang jaraknya 4 jam perjalanan.

"Kita mau jalan, jalannya putus," cerita Menkes.

ADVERTISEMENT

Setelah berkoordinasi, tim akhirnya bergerak mengevakuasi pasien dengan ambulans menuju RSUD Borong untuk mendapat pelayanan di tempat tersebut.

"Harusnya pagi ini sudah sampai, tapi saya belum sempat lihat. Saya sudah tahu, mudah-mudahan jadi bisa selamat," kata Menkes.

"Itu sebabnya yang kritikal memang ibu-ibu hamil, patah tulang, dan juga yang mau cuci darah," tandasnya.



(up/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads