BPOM Kawal Keamanan Rendang 5 Ton yang Siap Dikirim ke Korban Gempa NTT

BPOM Kawal Keamanan Rendang 5 Ton yang Siap Dikirim ke Korban Gempa NTT

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 18 Agu 2026 16:15 WIB
Kepala BPOM Taruna Ikrar
Kepala BPOM Taruna Ikrar (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)
Jakarta -

Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) melalui Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKKAM) menyiapkan 5 ton rendang untuk membantu korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua LKKAM Fauzi Bahar mengatakan rendang donasi berasal dari berbagai lapisan masyarakat dan juga pengusaha rendang dan ditargetkan terkumpul dalam sepuluh sehari ke depan.

"Pertama sekali dia (rendang) tahan lama, kedua siap saji, orang ketika rumahnya runtuh nggak siap masak nah dengan nasi putih dan rendang aja sudah enak," kata Fauzi dikutip dari Antara, Selasa (18/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyikapi hal ini, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Taruna Ikrar akan ikut membantu memastikan keamanan pangan sebelum makanan tersebut didistribusikan.

"Tentu, Badan POM akan intervensi karena itu kewajiban kami. Hal yang lain juga kita berkoordinasi dengan berbagai macam lembaga yang berhubungan dengan makanan yang dikirim," kata Ikrar saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

ADVERTISEMENT

Ikrar menambahkan bahwa saat ini ada beberapa asosiasi masyarakat lain yang juga sedang berkoordinasi dengan BPOM untuk ikut membantu meringankan beban korban gempa NTT dengan pengiriman makanan.

"Badan POM membantunya dengan, pertama menyeleksi bahwa produk itu masih sesuai peruntukannya, belum kadaluwarsa, memenuhi syarat," kata Ikrar.

"Intinya, Badan POM hadir dan punya rasa empati yang sangat besar terhadap saudara kita yang mengalami bencana alam gempa bumi di sana," sambungnya.

Ikrar melanjutkan bahwa pihaknya akan membentuk tim khusus untuk membantu dalam hal intensifikasi pengawasan mutu obat, suplemen, hingga makanan darurat.

"Kami, bahkan di Badan POM akan melakukan tim khusus untuk membantu hal itu," tutupnya.



(dpy/naf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads