Minuman Manis Bisa Picu Kanker Lambung, Peneliti Ungkap Alasannya

Minuman Manis Bisa Picu Kanker Lambung, Peneliti Ungkap Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 21 Agu 2026 10:31 WIB
Woman hand giving glass ,Soft drinks with ice, sweethart or buddy
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/tongpatong
Jakarta -

Bahaya dari konsumsi berlebihan minuman manis selama ini identik dengan ancaman kenaikan berat badan hingga diabetes tipe 2. Tetapi, riset yang dipublikasikan dalam jurnal Gastro Hep Advances membeberkan fakta baru yang tak kalah mengejutkan.

Minuman tinggi gula, kini resmi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung lewat studi yang telah menganalisis lebih dari 112.000 peserta.

Peneliti menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi setidaknya satu porsi minuman manis (237 ml) per hari, berisiko 2,45 kali lipat lebih tinggi terkena kanker lambung. Risiko ini bahkan melonjak hingga 3 kali lipat pada kelompok wanita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, mengapa minuman manis menjadi pemicu timbulnya kanker lambung?

ADVERTISEMENT

Deretan Alasan Biologis di Balik Risiko Kanker Lambung

Meskipun riset ini bersifat observasional, artinya baru menunjukkan korelasi dan bukan sebab-akibat langsung. Para peneliti dari Massachusetts General Hospital mengungkapkan beberapa dugaan mekanisme biologis yang melatarbelakanginya.

Ketika tubuh terus-menerus 'diguyur' asupan gula tinggi dari minuman seperti soda, limun, es buah, hingga minuman berenergi, ada serangkaian dampak buruk yang terjadi pada organ pencernaan, di antaranya:

  • Kerusakan DNA dan stres oksidatif: Asupan gula berlebih memicu stres oksidatif dalam sel yang berpotensi merusak rantai DNA dan memicu mutasi sel kanker.
  • Peradangan (inflamasi) kronis: Gula tinggi merangsang reaksi peradangan terus-menerus di jaringan tubuh, termasuk pada dinding lambung.
  • Resistensi insulin: Lonjakan gula darah yang sering terjadi mengganggu kerja insulin, yang diketahui berkaitan erat dengan pembentukan lingkungan pro-kanker.
  • Disbiosis (gangguan mikrobioma usus): Konsumsi gula dapat merusak keseimbangan bakteri baik di dalam saluran pencernaan.
  • Ketidakseimbangan hormon steroid: Tingginya asupan gula memicu gangguan pada keseimbangan hormon dalam tubuh.

"Beberapa mekanisme mendasar telah diusulkan, termasuk kenaikan berat badan, resistensi insulin, ketidakseimbangan hormon steroid, peradangan, kerusakan DNA, dan dysbiosis," kata tim peneliti.

"Namun, mekanisme pasti dari efek karsinogenik minuman manis masih harus diselidiki. Penelitian di masa mendatang diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini serta menginvestigasi mekanisme biologis yang terlibat," sambung mereka.

Mengingat kanker lambung merupakan penyebab kematian akibat kanker kelima terbesar di dunia, penulis senior dr Andrew T Chan mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menyepelekan kebiasaan minum manis dan mulai membatasinya demi kesehatan jangka panjang.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 2028, Jerman Mau Terapkan Pajak Minuman Manis!"
[Gambas:Video 20detik] (sao/dpy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads