Jadi Dessert Paling Hits Saat Ini, Kenapa Ube Segar Susah Dicari di Indonesia?

Tren Ube

Jadi Dessert Paling Hits Saat Ini, Kenapa Ube Segar Susah Dicari di Indonesia?

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Sabtu, 22 Agu 2026 08:04 WIB
Purple color Dioscorea Alata or WEL ALA isolated on a wooden background. One of the delicious purple yams found in Sri Lanka. Helps to control blood cholesterol. Asian food, herbs concept.
Penampakan Ube (Dioscorea Alata), sepintas mirip tapi beda kekerabatan dari kembarannya ubi ungu. Foto: Getty Images/Dinusha Rajapaksha
Jakarta -

Tren kuliner di media sosial saat ini sedang menggilai olahan berbahan dasar ube. Mulai dari dessert hingga minuman, banyak usaha FnB kini berlomba-lomba mengeluarkan menu ube untuk menarik perhatian pelanggan.

Salah satu yang ditemui ialah brand minuman matcha di Blok M, Jakarta Selatan, yang tengah gencar memasarkan produk matcha ube milik mereka.

Brand tersebut menambahkan pasta ube ke dalam minuman matcha seremonial. Tak hanya dalam bentuk pasta, brand tersebut juga menambahkan taburan ube crumble di atasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ube dalam bentuk pasta memang lebih lazim ditemukan dalam produk kuliner viral saat ini. Namun, pernahkah bertanya-tanya, Kenapa susah sekali menemukan ube segar dalam bentuk masih utuh di Indonesia? Di pasaran, ube selalu dijual dalam bentuk olahan seperti pasta atau bubuk.

Ahli plant breeding dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof Agung Karuniawan, menegaskan ube segar sebenarnya ada di Indonesia. Meski berasal dari Filipina, ube juga tumbuh di Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Bisa, tetapi relatif tidak umum dan tidak semudah menemukan ubi jalar ungu," ujar Prof Agung kepada detikcom pada Kamis (20/8/2026).

"Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan berbagai nama lokal seperti uwi, huwi, ubi kelapa, atau ubi alabio, tergantung daerahnya," jelasnya.

Secara kekerabatan, Ube (Dioscorea alata) berbeda dari kembarannya yaitu ubi ungu (Ipomoea batatas). Karena ube tumbuh merambat, budidayanya relatif lebih rumit dibanding ubi ungu dan ubi jalar lainnya yang menjalar di permukaan tanah.

Penampakan bebearapa varian ube lokal (Dioscorea)Penampakan bebearapa varian ube lokal (Dioscorea) Foto: dok. PRAISE (Padjadjaran Center for Sweet Potato Research and Innovation Excellence)

"Jadi kalau konsumen mencari 'ube segar Filipina', ketersediaannya kemungkinan lebih terbatas. Tetapi kalau yang dicari adalah umbi segar Dioscorea alata dengan daging ungu, tanaman tersebut memang sudah ada di Indonesia," ungkapnya.

Prof Agung mengatakan, saat ini budidaya Dioscorea alata sudah dilakukan di Indonesia, tetapi belum berkembang sebagai komoditas komersial sebesar ubi jalar, singkong, atau kentang, yang sudah jauh lebih populer.

"Kementerian Pertanian juga menyebutkan bahwa budidaya ubi kelapa (kerabat lokal ube) masih dilakukan dalam skala terbatas di beberapa daerah, antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku," katanya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Diabetes di Usia 29 gegara Doyan Makan Dessert Viral"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)
Ube Vs Ubi
13 Konten
Serupa tapi tak sama, Ube (Dioscorea alata) berbeda dari kembarannya yaitu ubi ungu (Ipomoea batatas). Ube tumbuh merambat, sehingga budidayanya relatif lebih rumit dibanding ubi ungu dan ubi jalar lainnya yang menjalar di permukaan tanah.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads