Waspadai Ciri-ciri Orang NPD, Suka Merasa Iri dan Tak Empatik

Waspadai Ciri-ciri Orang NPD, Suka Merasa Iri dan Tak Empatik

Elmy Tasya Khairally - detikHealth
Sabtu, 22 Agu 2026 19:01 WIB
Ilustrasi NPD
Foto: Ilustrasi NPD (Getty Images/Nastassia Samal)
Jakarta -

NPD atau Narcissistic Personality Disorder adalah kondisi mental yang memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri dan berhubungan dengan orang lain.

NPD berarti seseorang mempunyai kebutuhan berlebihan untuk membuat orang lain terkesan. Kebutuhan tersebut bisa cukup kuat untuk mendorong perilaku berbahaya yang berdampak negatif pada diri sendiri atau orang sekitar.

Meski umumnya narsisme dikaitkan dengan penampilan, NPD bukan hanya tentang penampilan fisik. Gangguan ini juga bisa melibatkan sifat atau kemampuan lain yang dimiliki, seperti kecerdasan, karisma, kekayaan, kekuasaan, dan lain sebagainya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ciri-ciri NPD

Gejala NPD berpusat pada pikiran, perasaan, dan tindakan. Berdasarkan Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental edisi kelima atau Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM) dari American Psychiatric Association, ada sembilan kriteria NPD.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, untuk sebagian orang, gejala yang termasuk dalam kriteria tersebut dapat tampak seperti berikut:

ADVERTISEMENT

1. Memiliki Rasa Percaya Diri yang Berlebihan

  • Melebih-lebihkan kemampuan mereka atau menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk diri sendiri.
  • Membanggakan diri atau melebih-lebihkan prestasi yang diraih.

2. Sering Berfantasi Merasa Pantas atau Berhak Memiliki:

  • Kesuksesan
  • Kekuatan
  • Kecantikan
  • Cinta
  • Kecerdasan
  • Pemenuhan diri

3. Keyakinan akan Superioritas atau Lebih Unggul dari Orang Lain

  • Menganggap diri mereka istimewa atau unik.
  • Percaya bahwa mereka seharusnya hanya bergaul dengan orang-orang yang mereka anggap layak.

4. Kebutuhan akan Kekaguman dari Orang Lain

  • Mempunyai harga diri yang rapuh.
  • Sering merasa ragu, mengkritik diri sendiri, atau merasa hampa.
  • Mencari pujian.
  • Kecenderungan untuk mengetahui apa yang orang lain pikirkan tentang mereka.

5. Perasaan Berhak Mendapat Perlakuan Khusus

  • Rasa percaya diri yang berlebihan.
  • Mengharapkan perlakuan istimewa secara berlebihan.
  • Kemarahan muncul saat orang lain tidak menuruti atau menyenangkan mereka.

6. Kesediaan untuk Mengeksploitasi/Memanfaatkan Orang Lain

  • Memanfaatkan orang lain secara sadar atau tidak sadar.
  • Membangun persahabatan atau hubungan dengan orang-orang yang meningkatkan harga diri atau status mereka.
  • Sengaja memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi.

7. Kurangnya Empati

  • Mengucapkan hal-hal yang mungkin menyakiti orang lain.
  • Menganggap perasaan, kebutuhan, atau keinginan orang lain sebagai tanda kelemahan.
  • Tidak membalas kebaikan atau perhatian yang ditunjukkan orang lain.

8. Sering Merasa Iri

  • Merasa iri terhadap orang lain, terutama saat orang lain sukses.
  • Mengharapkan rasa iri dari orang lain.
  • Meremehkan atau mengurangi pencapaian orang lain.

9. Merasa Sombong

  • Merendahkan orang lain.
  • Berperilaku dengan cara angkuh dan meremehkan.

Selain itu, orang dengan NPD mungkin juga menunjukkan perilaku lain yang terkait dengan sembilan kriteria tersebut, seperti:

  • Menjauh dari orang lain untuk menyembunyikan perasaan rentan.
  • Perfeksionisme (dengan atau tanpa rasa takut gagal).
  • Hipersensitivitas terhadap kritik, penolakan, atau kegagalan.
  • Mengalami depresi berat yang berkaitan dengan penolakan atau kegagalan.
  • Bereaksi dengan marah (atau bahkan murka) ketika merasa dikritik atau ditolak.
  • Berpura-pura rendah hati untuk menyembunyikan perasaan mereka
  • Menghindari situasi di mana kegagalan mungkin terjadi atau cenderung terjadi, yang dapat membatasi pencapaian.

Penyebab NPD

Para ahli percaya bahwa kombinasi genetik yang mengalami NPD, serta pengalaman masa kecil tertentu mungkin menjadi faktor kunci yang menyebabkan kondisi tersebut.

Dikutip dari laman Harvard Health, pengalaman masa kanak-kanak yang dianggap berkontribusi pada NPD meliputi:

  • Penolakan saat masa kecil.
  • Pujian berlebihan dari orang tua atau pengasuh.
  • Penilaian berlebihan oleh orang tua atau pengasuh.
  • Trauma atau pelecehan.

NPD Bisa Diobati?

Pengobatan untuk NPD biasanya melibatkan psikoterapi (terapi bicara) dengan seorang profesional kesehatan mental. Bentuk terapi ini bisa dilakukan secara individual atau bersama pasangan atau keluarga. Terapi tersebut bisa membantu seseorang berhubungan dengan orang lain dengan cara yang lebih positif.

Tidak ada obat yang secara langsung mengobati NPD, tetapi obat-obatan bisa mengobati gejala yang terjadi pada kondisi terkait, seperti kecemasan atau depresi. Beberapa obat yang bisa membantu mengatasi gejala terkait NPD meliputi antidepresan dan antipsikotik.

Cara Menghadapi Orang NPD

Untuk melindungi kesehatan mental diri, dikutip dari laman Counceling Centre Group berikut beberapa cara atau strategi yang bisa dilakukan ketika menghadapi orang dengan NPD atau narsisis.

1. Tetapkan Batasan

Penting untuk menetapkan batasan saat berurusan dengan orang dengan NPD. Jelaskan perilaku apa saja yang tidak dapat ditoleransi. Komunikasikan batasan-batasan ini dengan tegas, tetapi tetap tenang.

Hal tersebut dapat membantu memberikan rasa nyaman dalam berinteraksi dengan orang dengan NPD.

2. Berlatih Mengendalikan Emosi

Orang dengan NPD sering kali menikmati reaksi emosional. Tetap tenang dan tidak terlibat secara emosional saat berinteraksi dengan orang dengan NPD dapat mencegah mereka mendapatkan kepuasan dari reaksi tersebut.

Bukan berarti menekan emosi sepenuhnya, tetapi lebih kepada memprosesnya dengan cara yang sehat.

3. Gunakan Metode Gray Rock

Metode Gray Rock melibatkan upaya untuk membuat diri sebisa mungkin tidak reaktif saat berinteraksi dengan orang dengan NPD. Ketika mereka memprovokasi, berikan respons singkat, tenang, dan berdasarkan fakta.

Cara ini dapat membantu mengurangi perilaku manipulatif karena interaksi tersebut menjadi kurang menguntungkan bagi mereka.

4. Cari Dukungan

Jangan mencoba menangani semuanya sendiri. Mintalah dukungan dari teman, anggota keluarga, atau terapis yang dipercaya.

5. Hindari Berdebat atau Berusaha Membuktikan Diri

Orang dengan NPD sering menikmati perdebatan dan argumen sebagai cara untuk menunjukkan dominasi. Hindari terlibat dalam konflik tersebut. Anda tidak perlu membuktikan diri kepada mereka atau mendapatkan persetujuan mereka. Hindari konfrontasi langsung karena hal ini dapat memperburuk situasi.



(elk/suc)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads