Kenapa Pemakai Behel Sering 'Iyup'? Dokter Gigi Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasi

Gigi dan Mulut

Kenapa Pemakai Behel Sering 'Iyup'? Dokter Gigi Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasi

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Minggu, 23 Agu 2026 05:05 WIB
Asian woman with dental braces orthodontic treatment dental care.
Pengguna behel sering mengalami momen iyup. Foto: Getty Images/sasirin pamai
Jakarta -

Niat hati memasang behel demi gigi yang lebih rapi, banyak pengguna behel yang justru dihadapkan pada satu fase yang dinilai cukup merusak keestetikan wajah: "iyup moment".

Di media sosial, istilah "iyup moment" digunakan untuk menggambarkan kondisi bibir atas pengguna behel yang tidak sengaja tersangkut atau tertarik oleh bracket (kawat gigi) saat tersenyum, tertawa, berbicara, atau hendak menutup mulut. Gerakan bibir yang khas saat membetulkan posisi tersebut seperti sedang mengucapkan 'iyup'.

Fenomena ini umumnya dirasakan pengguna behel pada minggu-minggu awal pemasangan behel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun iyup merupakan fenomena yang wajar, muncul sebuah pertanyaan: apakah iyup bersifat permanen atau sekadar fase adaptasi sementara sebelum akhirnya kembali normal?

Ahli ortodontik, drg Rini Susanti, SpOrt menjelaskan, iyup yang dialami pengguna behel tidak bersifat permanen. Bahkan, kondisi tersebut ternyata tidak selalu berlaku pada setiap pengguna behel.

ADVERTISEMENT

"Menurut pengalaman saya, ini (iyup) temporer. Lagi-lagi, ya, tergantung permasalahan giginya," ujar drg Rini dalam wawancara dengan detikcom, Rabu (19/8/2026).

Ia menerangkan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pengguna behel mengalami iyup lebih lama. Faktor tersebut di antaranya kondisi rahang, gigi, dan bibir pengguna behel.

Pengguna behel yang memiliki kondisi gigi tonggos atau deretan gigi depan tumbuh terlalu maju cenderung lebih sulit untuk menutup mulut ketika memakai behel.

Hal tersebut membuat pasien bergigi tonggos memiliki potensi lebih lama merasakan iyup ketika memakai behel dibandingkan dengan pasien dengan kondisi berbeda.

drg Rini mengatakan, lama atau tidaknya fase iyup juga bergantung pada tingkat adaptasi pengguna behel.

"Yang penting adalah memang pasien itu beradaptasi. Antara lain itu pada saat menutup mulut, mengatupkan bibirnya, dia perlu beradaptasi," katanya.



(aur/up)
Jadi Iyup gegara Behel
5 Konten
Behel alias kawat gigi memang bisa merapikan struktur yang berantakan. Tapi di sisi lain, penggunanya jadi sering iyup. Gerakan menutup bibir jadi tidak natural, karena rawan nyangkut di ujung kawat. Jadi seperti bilang 'iyup'.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads