Antisipasi Kasus Zika di Bali, AS Beri Panduan 'Seks Aman' bagi Turis

Antisipasi Kasus Zika di Bali, AS Beri Panduan 'Seks Aman' bagi Turis

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sabtu, 22 Agu 2026 16:04 WIB
A neon lettering on a dark brick wall. Templates for coffees, bars or clubs. Open 24/7. Welcome. Neon sign.
Foto: Getty Images/Philip Hoeppli
Jakarta -

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat mengeluarkan Travel Health Notice Level 2 atau imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi pelancong yang akan bepergian ke Bali. Peringatan tersebut diterbitkan setelah meningkatnya laporan kasus Zika pada wisatawan yang kembali dari Bali, Indonesia.

Virus Zika dapat menular melalui gigitan nyamuk. Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala. Jika muncul, gejalanya umumnya ringan dan dapat membaik tanpa perawatan medis. Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk infeksi Zika.

Namun, virus Zika dapat menimbulkan risiko bagi ibu hamil dan orang yang sedang merencanakan kehamilan. Infeksi Zika selama kehamilan dapat memengaruhi perkembangan janin, terutama jika terjadi pada trimester pertama atau kedua. Dalam sejumlah kasus, virus ini juga dapat menular melalui hubungan seksual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lakukan hubungan seks aman (kondom) atau hindari hubungan seks setelah bepergian: pria, 3 bulan; wanita, 2 bulan," demikian keterangan yang dirilis di U.S. Embassy & Consulates in Indonesia.

ADVERTISEMENT

Sebagai langkah pencegahan, CDC menyarankan pelancong untuk menerapkan hubungan seksual aman dengan menggunakan kondom atau tidak berhubungan seksual sementara waktu setelah kembali dari Bali. Pria disarankan menerapkan langkah tersebut selama 3 bulan, sedangkan wanita selama 2 bulan.



Sementara itu, pasangan pria dari ibu hamil disarankan untuk menghindari hubungan seksual tanpa kondom selama sisa masa kehamilan. Orang yang berencana memiliki anak juga disarankan mempertimbangkan untuk menunda kehamilan setelah kembali dari Bali.

Pria dianjurkan menunggu selama 3 bulan, sedangkan wanita selama 2 bulan, untuk mengurangi risiko penularan virus Zika melalui hubungan seksual.

Halaman 2 dari 2
(suc/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads