Viralnya ube sebagai tren makanan membuat kebanyakan orang salah mengira tanaman tersebut sebagai ubi ungu karena warnanya yang sama-sama berwarna ungu pekat. Padahal, keduanya berasal dari keluarga yang berbeda, loh!
Ube (Dioscorea alata) merupakan jenis umbi-umbian merambat dari suku Dioscoreaceae, sedangkan ubi ungu (Ipomoea batatas) adalah varietas ubi jalar dari suku Convolvulaceae.
Meskipun berbeda secara taksonomi, satu hal yang langsung menyedot perhatian adalah warnanya yang sama-sama ungu memikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, mengapa dua tanaman berbeda varietas dan spesies ini bisa sama-sama menghasilkan warna ungu yang serupa?
Faktor Genetik dan Antosianin sebagai Kunci Utama
Ahli Plant Breeding dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof Agung Karuniawan mengungkapkan, warna ungu yang muncul pada tanaman disebabkan oleh faktor genetik masing-masing varietas, salah satunya dalam hal menghasilkan pigmen bernama antosianin.
Antosianin adalah pigmen alami dalam tumbuhan yang biasanya ditemukan dalam bagian buah, daun, dan bunga.
Selain menghasilkan warna ungu, antosianin juga menghasilkan warna lainnya seperti merah dan biru.
Tak hanya memberikan warna yang cantik pada tanaman, senyawa antosianin juga bersifat antioksidan sehingga memiliki manfaat untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh.
Peran Lingkungan terhadap Intensitas Warna
Lalu, selain faktor alami dari tanaman itu sendiri, apakah ada pengaruh dari faktor eksternal seperti kesuburan tanah?
Menurut Prof Agung, warna ungu pekat pada tanaman bukan sifat yang muncul hanya karena tanah tertentu. Namun, lingkungan tetap menjadi faktor yang berpengaruh.
Jika genetik menentukan bisa atau tidaknya warna ungu terbentuk, kondisi lingkungan bertugas menentukan seberapa kuat warna tersebut diekspresikan.
"Lingkungan tetap dapat memengaruhi intensitas ekspresi warna, karena pembentukan dan akumulasi antosianin dipengaruhi kondisi fisiologis tanaman: cahaya, suhu, ketersediaan air, dan kondisi nutrisi," ungkap Prof Agung kepada detikcom, Kamis (20/8/2026).
Cahaya dan suhu berperan untuk mendorong kecepatan sintesis pigmen antosianin. Sementara itu, ketersediaan air dan nutrisi tanah memastikan kondisi fisiologis tanaman tetap optimal untuk menghasilkan warna secara maksimal.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa lingkungan dan nutrisi tanah memang dapat mempertajam pekatnya warna ungu yang keluar.
Namun, tanpa adanya bakat genetik untuk memproduksi antosianin, tanah tersubur sekalipun tidak akan pernah bisa mengubah umbi berdaging putih menjadi ungu pekat.
Tak Semua Ube Berwarna Ungu
Khusus pada ube, keragaman genetiknya tergolong besar. Warna daging umbinya tidak melulu ungu pekat, tetapi sangat bervariasi.
"Pada Dioscorea alata sendiri terdapat keragaman genetik yang cukup besar, termasuk perbedaan warna daging umbi dari putih, krem, hingga ungu," ujarnya.
Karakteristik ini membuktikan bahwa pembentukan warna sepenuhnya diatur oleh instruksi genetik varietas tersebut.
Simak Video "Video: Diabetes di Usia 29 gegara Doyan Makan Dessert Viral"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)










































