Wamenkes Ungkap 5 Penyakit Terbanyak di Anak Sekolah, Ada Obesitas-Darah Tinggi

Wamenkes Ungkap 5 Penyakit Terbanyak di Anak Sekolah, Ada Obesitas-Darah Tinggi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 28 Agu 2026 12:44 WIB
Pemaparan wamenkes dante terkait jumlah cek kesehatan gratis
Foto: Nafilah/detikHealth
Jakarta -

Tahun kedua cek kesehatan gratis (CKG), masalah kesehatan yang dialami anak sekolah tidak jauh berbeda dengan temuan di 2025. Secara nasional, 40 persen dari sekitar 11 juta anak yang sudah menjalani pemeriksaan ditemukan mengalami karies gigi atau gigi berlubang.

"Yang paling besar adalah karies gigi. Gigi berlubang paling banyak ditemukan di anak sekolah, usia 7-17 tahun," kata Dante saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Dante bahkan menyoroti laporan di beberapa kota dengan insiden kasus lebih tinggi, utamanya Kota Bogor. Menurutnya, sekitar 60 persen anak sekolah di wilayah tersebut ditemukan mengalami gigi berlubang, berdasarkan data cut off pertengahan Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dante menilai hal ini perlu menjadi perhatian khusus. Bila tidak tertangani, dampaknya bukan hanya berkaitan dengan estetika, tetapi komplikasi jangka panjang termasuk kemungkinan risiko infeksi gusi, abses, sampai penyebaran infeksi berbahaya ke aliran darah dan organ tubuh lain seperti jantung.

"Ini harus dalam perhatian khusus, kenapa anak sekolah jadi banyak gigi berlubang," kata Dante.

ADVERTISEMENT

Selain kesehatan gigi, Dante juga menyoroti peningkatan tekanan darah pada anak sekolah. Meski kasusnya belum sebesar masalah gigi dan anemia, kondisi tersebut menunjukkan faktor risiko penyakit tidak menular sudah mulai ditemukan sejak usia muda.

"Selain kita mengalami gizi kurang saat balita, anak-anak kita yang sekolah itu justru gizi lebih. Obesitas justru menjadi masalah bagi anak sekolah," katanya.

Bahkan, lebih dari 1 juta kasus anak mengalami overweight atau obesitas. Prevalensinya mencapai 7 persen secara nasional.

Menurutnya, temuan obesitas pada anak menunjukkan adanya double burden masalah gizi. Anak Indonesia masih menghadapi gizi kurang pada usia balita, tetapi saat memasuki usia sekolah justru mulai menghadapi kelebihan gizi dan obesitas.

ckg anak sekolah, pemeriksaan berat badan untuk melihat kemungkinan overweightckg anak sekolah, pemeriksaan berat badan untuk melihat kemungkinan overweight Foto: Nafilah/detikHealth

Berikut laporan detailnya:

  • Karies gigi: 40,9 persen
  • Anemia: 27,5 persen
  • Tekanan darah meningkat: 21 persen
  • Overweight/obesitas: 7,2 persen
  • Gangguan pendengaran/kotoran telinga: 7,2 persen

Meski begitu, perlu dicatat angka tersebut belum bisa menggambarkan kondisi riil di lapangan. Mengingat, jumlah pendaftar dan yang diperiksa CKG pada anak sekolah belum memenuhi sasaran yakni di 50 juta kasus.

Jumlah anak SD yang telah mengikuti CKG menjadi yang terbesar, yakni 9.453.038 siswa.

"Selain kita mengalami gizi kurang saat balita, anak-anak kita yang sekolah itu justru gizi lebih. Obesitas justru menjadi masalah bagi anak sekolah," pungkas Dante.



(naf/dpy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads