GERD Bisa Picu Serangan Jantung? Pertanyaan Ini Pernah Bikin Ribut Dokter Vs Netizen

GERD Bisa Picu Serangan Jantung? Pertanyaan Ini Pernah Bikin Ribut Dokter Vs Netizen

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Sabtu, 29 Agu 2026 16:07 WIB
Asian woman working on a laptop was sick with stomach ache sitting at home office. WFH. Work from home. Prevention Coronavirus COVID-19 concept.
GERD bisa memicu serangan jantung? Foto: Getty Images/champja
Jakarta -

Penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) menjadi gangguan kesehatan yang banyak dikeluhkan, khususnya oleh anak muda. Karena gejalanya yang sering melibatkan area dada, banyak orang awam khawatir apakah kondisi ini berhubungan langsung dengan penyakit jantung.

Namun tak sedikit juga yang berkesimpulan, GERD dan serangan jantung saling berkaitan. Bagi yang masih ingat, beberapa waktu lalu dokter-dokter jantung dibikin geregetan lantaran edukasinya tentang GERD dan serangan jantung dibantah oleh netizen yang yakin betul GERD bisa memicu serangan jantung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal keterkaitan dua kondisi ini, praktisi kesehatan dr Maya Munigar Apandi, SpJP(K) mengatakan, GERD dan penyakit jantung adalah dua kondisi yang berbeda dan tidak berhubungan langsung secara medis. Namun secara tidak langsung, bisa-bisa saja keduanya saling dikaitkan.

ADVERTISEMENT

"Si sumber stresnya itu, misalnya GERD-nya disebutkan (karena) stres, dia tentu bisa menjadi salah satu penyebab keluhan-keluhan (penyakit jantung) tersebut," ujar dr Maya ketika ditemui detikcom, Rabu (26/8/2026).

Menurut dr Maya, GERD dan serangan jantung sama-sama bisa dipicu oleh satu sumber yang sama, yaitu stres berkepanjangan. Oleh karena itu, pada beberapa kasus gejala serangan jantung tertentu bisa menyerupai keluhan GERD.

Stres kronis dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh manusia. Gangguan metabolisme ini dapat memicu peningkatan produksi asam lambung secara signifikan.

Asam yang berlebih tersebut bisa naik ke atas (refluks) dan menyebabkan keluhan di ulu hati, rasa panas di dada (heartburn), mual, muntah, hingga sensasi tidak nyaman di tenggorokan yang dikenal sebagai Laryngopharyngeal Reflux (LPR).

Meski GERD secara umum tidak merusak jantung, sumber stres yang memicu lambung tersebut juga bisa memicu timbulnya keluhan pada kardiovaskular.

Mengapa Serangan Jantung Sering Disangka GERD?

Hal yang paling membahayakan adalah ketika serangan jantung disalahartikan sebagai GERD karena kemiripan gejalanya.

Menurut dr Maya, keluhan yang mirip asam lambung ini bisa terjadi bergantung pada lokasi pembuluh darah jantung yang bermasalah.

Serangan yang terjadi di jantung sebelah kiri umumnya menimbulkan gejala klasik berupa nyeri dada sebelah kiri, terasa seperti tertindih beban berat, dan menjalar.

Sementara itu, serangan di jantung kanan atau bagian bawah muncul apabila sumbatan terjadi pada pembuluh darah bagian kanan, inferior (bawah), atau posterior (belakang).

Gejalanya berpusat pada area ulu hati karena letak anatominya yang berdekatan dengan lambung. Kondisi inilah yang membuat serangan jantung kerap memunculkan gejala yang identik dengan keluhan GERD.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Mitos-Fakta: Jantung Bocor, Penyebab Hingga Gejalanya"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads