Benarkah Vaksin HPV Bikin Rahim Kering dan Mandul? Ini Penjelasan Obgyn

Benarkah Vaksin HPV Bikin Rahim Kering dan Mandul? Ini Penjelasan Obgyn

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Senin, 31 Agu 2026 10:11 WIB
Ilustrasi Vaksin HPV
Foto: iStockphoto/Getty Images/KTStock
Jakarta -

Isu yang menyebutkan bahwa vaksin Human Papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan rahim kering, gangguan haid, hingga kemandulan dipastikan sebagai mitos.

Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi, Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG SubsFER(K), menegaskan bahwa vaksin HPV aman dan tidak berdampak buruk pada organ reproduksi perempuan.

"Itu mitos. Vaksin HPV sangat aman, tidak memicu gangguan kesuburan, tidak menyebabkan gangguan haid. Dia hanya menyebabkan respons imun terhadap infeksi humanpapillomavirus perempuan lebih kebal, sehingga jika terjadi infeksi HPV tidak berkembang, tidak menyebabkan kelainan di mulut rahim," ujar Budi kepada detikcom ditulis Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vaksin HPV merupakan langkah proteksi utama untuk melindungi anak perempuan dan laki-laki dari risiko terinfeksi virus HPV, yang menjadi penyebab utama kanker leher rahim (serviks).

Selain kanker serviks, jenis virus HPV tertentu juga berpotensi memicu kanker di area kulit, kelamin, hingga tenggorokan.

ADVERTISEMENT

Penularan virus HPV dapat terjadi melalui dua rute utama:

  • Rute Seksual: Melalui aktivitas seksual dengan kontak fisik via vagina, anal, maupun mulut.
  • Rute Non-Seksual: Penularan dari ibu ke anak saat proses persalinan normal, serta rute ekstragenital seperti paparan infeksi di lingkungan rumah sakit.

Target Vaksinasi 2030 dan Rekomendasi Dosis

Guna mencapai target penurunan angka kasus kanker leher rahim menjadi 4 per 100.000 penduduk per tahun pada 2030, perluasan cakupan imunisasi HPV pada anak laki-laki dan perempuan menjadi kunci utama.

Pemberian vaksinasi juga diselaraskan dengan panduan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk kelompok anak dan remaja:

  • Anak Perempuan: Diberikan 1 dosis untuk anak usia 11 tahun (imunisasi rutin), serta imunisasi kejar untuk usia 12 dan 15 tahun.
  • Anak Laki-Laki: Diberikan 1 dosis untuk anak usia 11 tahun secara bertahap, serta imunisasi kejar pada usia 12 tahun di daerah yang telah menjalankan pemberian dosis pertama.



(kna/kna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads