Apresiasi BPOM, Hashim Ungkap Pentingnya Ekosistem 'ABG' di Sektor Kesehatan

Apresiasi BPOM, Hashim Ungkap Pentingnya Ekosistem 'ABG' di Sektor Kesehatan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 01 Sep 2026 13:52 WIB
Apresiasi BPOM, Hashim Ungkap Pentingnya Ekosistem ABG di Sektor Kesehatan
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dan Hashim Djojohadikusumo. (Foto: Dokumentasi BPOM RI)
Jakarta -

Pengusaha sekaligus tokoh nasional Hashim Djojohadikusumo mengapresiasi kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, yang dinilai makin eksis di tingkat global. Menurutnya, penguatan BPOM sebagai regulator berkelas dunia menjadi pilar penting untuk kemandirian dan daya saing bangsa.

Apresiasi itu disampaikan Hashim saat bertemu Kepala BPOM Taruna Ikrar. Poin utama yang disoroti Hashim yakni konsep Academia, Business, and Government (ABG) yang diusung BPOM.

"Indonesia membutuhkan institusi yang kuat, kredibel, dan mampu berbicara pada level internasional. Saya mengapresiasi BPOM yang terus memperkuat kapasitas dan jejaring globalnya," kata Hashim dalam keterangannya yang diterima detikcom, Selasa (1/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hashim menilai kekayaan biodiversitas dan pasar Indonesia yang luas harus diubah menjadi kekuatan ekonomi-kesehatan. Caranya lewat riset, hilirisasi, serta regulasi yang adaptif.

ADVERTISEMENT

Jembatan Sains hingga Hilirisasi

Menanggapi hal itu, Taruna menegaskan kemajuan sektor obat dan makanan tak bisa dikerjakan pemerintah sendirian. Konsep ABG dihadirkan untuk menyatukan akademisi (peneliti), dunia usaha (investasi dan industri), serta pemerintah (regulasi dan perlindungan).

Ketiganya harus bergerak beriringan agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan masuk ke ranah industri tanpa mengabaikan aspek keamanan, khasiat, dan mutu.

"ABG bukan sekadar konsep kolaborasi, tetapi sebuah ekosistem. Akademisi melahirkan pengetahuan dan inovasi, dunia usaha melakukan hilirisasi, sementara pemerintah memastikan regulasi memberikan perlindungan sekaligus membuka ruang inovasi," jelas Taruna.

Mendorong Produk Lokal Mendunia

Transformasi BPOM kini diarahkan agar diperhitungkan di tingkat global. Langkah ini dilakukan lewat penguatan standar, kualitas SDM, pemanfaatan teknologi, hingga regulatory science.

Regulator yang kredibel secara internasional dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan terhadap produk lokal. Selain itu, dapat mempermudah industri farmasi dan pangan Indonesia untuk menembus pasar dunia.

"Visi kita bukan hanya BPOM yang mendunia, melainkan bagaimana kredibilitas regulator menjadi pintu bagi produk-produk Indonesia untuk mendunia," terang Taruna.

"Regulator yang kuat melindungi rakyat, regulator yang dipercaya memperkuat industri, dan regulator yang mendunia membuka jalan bagi Indonesia untuk ikut menentukan standar global," pungkasnya.

Simak juga Video Curhat BPOM soal Pendampingan UMKM Tak Sesuai Target

Halaman 2 dari 2
(sao/suc)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads