Si Kecil Telat Bicara, Kapan Orang Tua Perlu Waspada?

Si Kecil Telat Bicara, Kapan Orang Tua Perlu Waspada?

Annisa Sekar Melati - detikHealth
Rabu, 02 Sep 2026 17:38 WIB
Speech Delay
Foto: Istimewa
Jakarta -

Kemampuan anak mengucapkan kata pertama kerap menjadi momen yang paling ditunggu oleh para orang tua. Namun, gejala keterlambatan bicara atau speech delay sering kali diabaikan karena keluarga cenderung menunggu kondisi tersebut membaik dengan sendirinya.

Padahal, deteksi dini sangat krusial untuk menentukan evaluasi dan penanganan yang tepat bagi tumbuh kembang si kecil. Anak usia 13-18 bulan umumnya mulai menggunakan kata sederhana seperti "mama" atau "mau" dan bisa memahami instruksi dasar.

Memasuki rentang usia 19-24 bulan, kosakata mereka bertambah sehingga mampu menggabungkan dua kata, seperti "mau susu" atau "ambil bola". Perkembangan normal ini mencakup pemahaman bahasa serta penggunaan kata yang sesuai dengan konteks keseharian anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Herlina, Sp.A, menjelaskan kemampuan berbicara tidak hanya dinilai dari seberapa banyak jumlah kata.

"Speech delay perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan stimulasi atau intervensi yang sesuai. Semakin dini dikenali, semakin tepat dukungan yang dapat diberikan," jelas dr. Herlina dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

ADVERTISEMENT

Kondisi keterlambatan bicara dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gangguan pendengaran hingga masalah komunikasi. Orang tua harus ekstra waspada jika keterlambatan ini dibarengi dengan keengganan anak merespons panggilan atau kurangnya minat berinteraksi. Karena akar penyebabnya berbeda-beda, pendekatan medis yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi spesifik pada masing-masing anak.

Senada dengan itu, Konsultan Tumbuh Kembang Anak dari Mayapada Hospital Bandung, Dr. dr. Rodman Tarigan Girsang, Sp.A(K), M.Kes, menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap gejala penyerta.

"Orang tua perlu memperhatikan bila speech delay disertai tanda lain, seperti anak tidak merespons ketika dipanggil, kesulitan memahami instruksi sederhana, atau kurang menunjukkan minat untuk berinteraksi. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya keterlambatan pada aspek perkembangan lain sehingga perlu dievaluasi untuk menentukan stimulasi maupun intervensi yang sesuai," kata Rodman.

Ia menambahkan, penanganan speech delay mesti disesuaikan dengan penyebab dan aspek perkembangan yang terdampak pada masing-masing anak. Evaluasi tumbuh kembang secara menyeluruh diperlukan untuk memetakan kebutuhan anak, mulai dari stimulasi kemampuan bahasa dan komunikasi hingga terapi lanjutan bila memang dibutuhkan.

Untuk mendukung evaluasi dan penanganan tersebut, Mayapada Hospital menghadirkan Pediatric Center yang didukung dokter spesialis dan subspesialis anak untuk menangani berbagai kondisi kesehatan anak, termasuk kebutuhan tumbuh kembang dan neurobehavior. Di Mayapada Hospital Bandung, misalnya, Pediatric Center diperkuat 11 dokter spesialis dan subspesialis anak serta dilengkapi Pediatric Ward sebagai fasilitas rawat inap anak dalam satu lantai.

Rumah sakit ini juga menyediakan Pediatric Emergency 24 jam yang dilengkapi teknologi vein finder untuk mempermudah proses infus dan pengambilan sampel darah agar anak lebih nyaman saat ditangani. Kebutuhan tumbuh kembang anak turut difasilitasi lewat Klinik Tumbuh Kembang & Neurobehavior, yang menyediakan layanan Terapi Wicara, Terapi Okupasi, Terapi Sensori Integrasi, Fisioterapi Anak, Psikotes, Tes Minat & Bakat, Tes Kesiapan Sekolah, hingga konseling pola asuh dan keluarga.

Sementara di Jakarta, Mayapada Hospital Jakarta Selatan turut menyediakan layanan Pediatric Emergency 24 jam dengan dokter spesialis anak yang siaga di lokasi, sehingga anak dapat segera memperoleh evaluasi dan penanganan saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan Mayapada Hospital dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency Call 150990, atau fitur emergency call di aplikasi MyCare. Aplikasi ini juga menyediakan fitur Personal Health untuk memantau detak jantung, jumlah langkah, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).



(akn/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads