Universitas Diponegoro (Undip) memberikan klarifikasi resmi terkait meninggalnya dr. Yuda Nabella Prameswari, M.Biomed., mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Undip / RSUP Dr. Kariadi.
Kampus memastikan bahwa almarhumah wafat akibat penyakit bemam berdarah (DBD) setelah menjalani perawatan intensif.
Direktorat Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhumah, sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang terlanjur membias di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini, berdasarkan laporan resmi yang diterima universitas, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi karena sakit Demam Berdarah. Selama perawatan, almarhumah didampingi oleh keluarga serta Departemen dan Program Studi," tegas Nurul Hasfi dalam keterangan tertulis kepada detikJateng ditulis Kamis (3/9/2026).
Nurul memaparkan bahwa almarhumah dr. Yuda Nabella menghembuskan napas terakhir pada Jumat malam pukul 19.06 WIB di ruang ICU RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, dokter muda tersebut telah berjuang melawan infeksi DBD dan mendapatkan perawatan medis secara intensif selama 15 hari.
Jenazah almarhumah langsung diberangkatkan dari Semarang untuk diantarkan menuju rumah duka keluarga di Serang, Banten.
Meski bukti medis mencatat penyebab utama kematian adalah infeksi DBD, Undip tetap merespons serius berbagai isu dugaan perundungan (bullying) yang sempat ramai diperbincangkan netizen di media sosial.
baca selengkapnya DI SINI










































