Anak Gejala Usus Buntu, Bolehkah Minum Paracetamol? Ini Kata Dokter

Radang Usus Buntu

Anak Gejala Usus Buntu, Bolehkah Minum Paracetamol? Ini Kata Dokter

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Sabtu, 05 Sep 2026 08:08 WIB
Happy Asia little child girl smiling want to take medicine form mother. Asian kid female waiting to eat drug. Hands of mom pouring cough syrup medicine into clear spoon to daughter.
Amankah minum parasetamol saat muncul gejala usus buntu? Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn
Jakarta -

Mendapati anak tiba-tiba menangis kesakitan sambil memegangi perutnya tentu memicu kepanikan bagi setiap orang tua.

Di tengah kekhawatiran tersebut, sering kali terlintas ketakutan di benak orang tua soal kemungkinan anak mengalami gejala usus buntu.

Dalam kondisi darurat di rumah, orang tua ataupun orang awam sering kali bimbang. Apakah aman memberikan obat pereda nyeri yang umum ada di kotak P3K, seperti paracetamol, sebagai pertolongan pertama?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atau apakah hal tersebut justru membahayakan dan menutupi gejala aslinya?

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Himawan Aulia Rahman, SpA, Subsp.G.H.(K) mengatakan, secara umum, penggunaan obat pereda nyeri ringan ternyata diperbolehkan sebagai langkah awal.

ADVERTISEMENT

"Sebagai orang tua atau orang awam, obat nyeri yang sederhana seperti paracetamol boleh saja untuk kasus sakit perut. Jadi, kalau kasus sakit perut yang biasa, sebagai obat penanganan pertama di rumah, obat nyeri seperti paracetamol itu bisa digunakan," kata dr Himawan dalam konferensi pers daring, Selasa (1/9/2026).

Waspadai Tanda Bahaya Gejala Usus Buntu

Meski paracetamol diperbolehkan, dokter memberikan catatan yang sangat penting. Orang tua harus jeli memantau perkembangan kondisi anak pasca pemberian obat.

Jika sakit perut tersebut adalah gejala usus buntu, biasanya akan muncul gejala penyerta atau "tanda bahaya" khas yang tidak boleh diabaikan, di antaranya seperti berikut.

1. Nyeri yang progresif dan terlokalisir

Sakit perut tidak kunjung mereda, bahkan bertambah hebat. Rasa sakit berpusat dan menetap di area perut kanan bawah.

2. Disertai mual dan demam

Anak mengalami muntah-muntah yang disertai dengan naiknya suhu tubuh.

3. Sangat sensitif terhadap sentuhan

Perut anak terasa sangat sakit meski hanya disentuh pelan.

4. Nyeri saat bergerak

Jangankan berlari, anak berjalan sedikit saja sudah mengeluhkan sakit perut yang luar biasa

"Nah, kasus-kasus yang seperti itu jangan ditunda untuk dibawa ke rumah sakit. Tapi inti saya adalah, kalau ketemu tanda bahaya-bahaya yang tadi, perlu dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan," tegasnya.

Jangan Diagnosis Sendiri Menggunakan AI

Maraknya pemberitaan tentang usus buntu sering kali membuat orang tua overthinking. Dokter mengingatkan, tidak semua keluhan sakit perut berujung pada diagnosis usus buntu. Bisa jadi, anak hanya mengalami infeksi pencernaan ringan atau diare.

Dokter juga menyoroti kebiasaan baru orang tua di era digital yang kerap melakukan swadiagnosis (self-diagnose) menggunakan kecerdasan buatan (AI) alih-alih berkonsultasi langsung ke ahlinya.

"Memang tidak semua sakit perut itu usus buntu. Jadi jangan mentang-mentang karena lagi viral kasus usus buntu, jadi semua sakit perut dianggap usus buntu," pesan dr Himawan.

"Kalau bingung, jangan diagnosis sendiri, atau mentang-mentang tanya AI (Artificial Intelligence) dan ngobatin sendiri. Itu lebih baik diperiksa, karena dokter akan memeriksa langsung kondisi anak tersebut, apakah sakit perut ini bahaya atau tidak," pungkasnya.

Sebagai kesimpulan, orang tua boleh saja memberikan paracetamol untuk meredakan nyeri awal.

Namun, jika nyeri tidak hilang, berpusat di kanan bawah, dan disertai demam atau muntah, segera bawa si kecil ke dokter anak atau instalasi gawat darurat (IGD) terdekat. Penanganan yang cepat dan tepat adalah kunci keselamatan anak.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: IDAI Beberkan Bahaya Usus Buntu Bocor pada Balita"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)
Usus Buntu pada Anak
6 Konten
Radang usus buntu sering terjadi pada anak-anak. Banyak pula mitos yang masih dipercaya, sehingga pemahaman tentang kondisi ini seringkali tidak tepat. Benarkah menahan BAB bikin radang usus buntu?

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads