Makin Marak Hipertensi di Usia Muda, Dokter Ingatkan Risiko Aritmia

Makin Marak Hipertensi di Usia Muda, Dokter Ingatkan Risiko Aritmia

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Minggu, 06 Sep 2026 17:06 WIB
Ilustrasi jantung
Ilustrasi aritmia (Foto: Getty Images/Remains)
Jakarta -

Hipertensi atau tekanan darah tinggi selama ini kerap dianggap sebagai penyakit yang identik dengan orang lanjut usia. Namun, kondisi tersebut kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda.

Masalahnya, tekanan darah yang terus-menerus tinggi bukan hanya meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung koroner. Dalam jangka panjang, hipertensi juga dapat berkaitan dengan gangguan irama jantung atau aritmia,

Dikutip dari laman Kemenkes, menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tensimeter sebesar 10,7% pada kelompok usia 18-24 tahun dan 17,4% pada kelompok 25-34 tahun. Fakta ini mengejutkan, mengingat hipertensi dapat menjadi silent killer tanpa gejala awal yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data SKI 2023 secara jelas menggambarkan kejadian hipertensi di kalangan anak muda. Berdasarkan diagnosis dokter kelompok umur 18-24 prevalensi hipertensi sebesar 0,4% dan kelompok umur 25-34 sebesar 1,8%.

ADVERTISEMENT

Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Budi Ario Tejo, SpJP(K) dari Siloam Hospitals mengatakan hipertensi dapat mengubah struktur jantung, khususnya di ventrikel.

"Pada beberapa literatur juga menyebutkan bahwa dalam satu tahun sudah mulai terjadi perubahan di struktur ventrikel kirinya. Jadi itu sangat kasuistik dan bervariasi," kata dr Budi dalam konferensi pers daring, Kamis 3/2/2026).

Namun, dr Budi menambahkan bahwa saat ini belum bisa ditentukan berapa tahun aritmia itu muncul kepada mereka yang diketahui memiliki hipertensi.



(dpy/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads