Rajin Gosok Gigi, Perlukah Pakai Water Floss? Luruskan Dulu Kesalahpahaman Ini

Rajin Gosok Gigi, Perlukah Pakai Water Floss? Luruskan Dulu Kesalahpahaman Ini

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Senin, 07 Sep 2026 05:09 WIB
sikat gigi
Rajin sikat gigi, perlukah water floss? Foto: Getty Images/NoSystem images
Jakarta -

Di tengah menjamurnya tren perawatan diri, alat pembersih gigi kini tak lagi sebatas sikat dan pasta gigi. Berbagai produk perawatan gigi mudah ditemukan di toko maupun e-commerce, mulai dari dental floss (benang gigi), water floss (semprotan air pembersih gigi), hingga beragam jenis obat kumur.

Namun, banyaknya pilihan ini sering kali memicu kebingungan: kapan sebenarnya alat-alat tersebut harus digunakan, dan apakah menggosok gigi saja tidak cukup?

Sikat Gigi Tetap Pondasi Utama

Praktisi kesehatan gigi dari Mayapada Dental Care (MDC), drg Fariz Ramadhan menjelaskan, menggosok gigi tetap memegang peranan paling krusial dalam menjaga kebersihan mulut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesalahan yang paling sering terjadi justru terletak pada teknik menyikat yang terlalu agresif karena anggapan "makin ditekan, makin bersih".

"Pada prinsipnya, pembersihan gigi yang utama kan sikat gigi ya. Prinsip dasar sikat gigi kan menyapu seluruh permukaan gigi tanpa tekanan berlebih, itu dulu," ucap drg Fariz dalam Talk Show Peluncuran Mayapada Dental Care di Mayapada Hospital Jakarta Timur (MHJT), Jumat (4/9/2026).

ADVERTISEMENT

Menyikat gigi dengan tekanan berlebih justru berisiko merusak lapisan gigi dan gusi. Justru, selama seluruh permukaan gigi sudah tersapu dengan benar dan lembut, fungsi dasar sikat gigi sebenarnya sudah terpenuhi.

Mengisi Celah yang Tak Terjangkau Bulu Sikat

Meski menjadi metode utama, bulu sikat gigi memiliki keterbatasan untuk menjangkau area tertentu, seperti sela-sela gigi yang rapat atau bagian geraham belakang. Di sinilah alat-alat pembersih modern mengambil peran.

Dulu, orang awam kerap mengandalkan tusuk gigi untuk membersihkan sisa makanan. Padahal, ukuran tusuk gigi yang tebal justru berisiko membuat renggangan gigi makin lebar.

Inovasi kemudian berkembang mulai dari dental floss berbentuk benang tipis, hingga teknologi water floss yang memanfaatkan semprotan air presisi.

"Dental floss, water floss, dan obat kumur itu penunjang dari sikat gigi. Nah, kalau digunakan secara bersama-sama hasilnya akan efektif. Jadi tidak menekankan pada hanya satu alat pembersih saja," jelasnya.

Kapan Harus Menggunakan Flossing dan Obat Kumur?

Kunci pembersihan gigi yang optimal terletak pada kombinasi antaralat yang saling melengkapi. Ketika menggosok gigi sudah selesai dilakukan, bisa dicek kembali apakah masih ada sisa makanan yang tersangkut di area sela gigi.

  • Dental Floss: Ideal digunakan untuk menyisipkan benang tipis ke sela-sela gigi yang sempit atau area geraham yang sulit ditembus sikat.
  • Water Floss & Obat Kumur: Menjadi alternatif atau pelengkap saat dental floss sulit masuk. Semprotan air atau dorongan cairan obat kumur mampu menjangkau sudut-sudut tersembunyi.

Bagi beberapa orang, tekanan air dari water floss mungkin terasa lumayan kuat di gusi. Mengenai hal ini, drg Fariz menenangkan bahwa tekanan alat tersebut umumnya sudah teruji aman, asal penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan.

"Mungkin tekanannya agak kuat, tapi sejujurnya hal itu pasti sudah diperhitungkan ya sebelum alat itu keluar. Artinya tekanannya mungkin masih dalam batas aman. Hanya saja penggunaannya harus lebih selektif lagi saja," ucapnya.

"(Misalnya) Bagian sini boleh (pakai) dental floss, bagian sini boleh water floss, itu tak masalah. Tapi yang paling utama sekali lagi sikat giginya dulu," lanjutnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Spit Vs Rinse, Dilema Kumur-kumur Usai Gosok Gigi"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads