Stok Masker Kosong di Minimarket-Apotek Bekasi, Diserbu Pembeli Imbas Abu Vulkanik

Stok Masker Kosong di Minimarket-Apotek Bekasi, Diserbu Pembeli Imbas Abu Vulkanik

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 07 Sep 2026 10:51 WIB
Stok masker di beberapa apotek dan minimarket di Bekasi mulai menipis, bahkan habis diborong.
Foto: Sarah Oktaviani Alam/ detikHealth
Jakarta -

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang meluas hingga ke wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu memicu lonjakan permintaan alat pelindung diri. Masker medis dan non-medis mendadak kembali diburu untuk mengantisipasi gangguan pernapasan.

Kondisi ini memicu kelangkaan stok di sejumlah titik. Berdasarkan pantauan detikcom di wilayah Bekasi, keberadaan masker di apotek hingga minimarket mulai sulit ditemukan.

Di Apotek KF misalnya, seluruh persediaan masker habis total. Pengelola bahkan menempelkan pengumuman bertuliskan 'masker kosong' di depan pintu masuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya (masker) kosong. Semua varian kosong. Habis semua, pada beli karena banyak abu," ujar salah satu penjaga apotek saat ditemui detikcom, Senin (7/9/2026).

Kondisi serupa dialami apotek lain di sekitarnya. Stok yang tersisa hanya berupa masker medis tiga lapis (3-ply) sebanyak dua kotak.

ADVERTISEMENT

"Adanya ini doang, sisa ini (masker medis biasa). Satu kotak harganya Rp 21 ribu," kata penjaga apotek lainnya, Nathania.

Diborong untuk Anak Sekolah

Tak hanya di apotek, kelangkaan juga meluas ke toko ritel modern. Di beberapa minimarket, stok yang tersisa hanya berupa masker edisi terbatas keluaran merek minimarket isi 3-4 buah, masker tipe duckbill, hingga masker kain non-medis.

Beberapa penjaga toko menyebut persediaan masker mereka ludes diserbu warga sejak malam sebelumnya, terutama untuk kebutuhan anak-anak sekolah.

"Iya sisa itu aja Kak, semalam diborong bocah," tutur seorang penjaga minimarket.

"Maskernya pada habis Teh, diborong. Banyak yang beli tadi, buat anak sekolah katanya," timpal petugas di minimarket berbeda.

Imbas Panic Buying?

Sejumlah warga mengeluh kesulitan mendapatkan masker untuk beraktivitas di luar rumah. Fify (28), salah satu warga Bekasi, mengaku harus mendatangi beberapa lokasi ritel hingga mengecek platform e-commerce demi mendapatkan masker.

"Idolmart habis masker, di Alfa juga sama sisa masker untuk anak kecil. Di e-commerce juga mulai dimahalin harganya," ungkap Fify kepada detikcom, Senin (7/9).

Maraknya pembelian dalam jumlah besar dalam waktu singkat ini diduga memicu kepanikan.

"Mbak-mbak penjaganya sampai bilang orang-orang pada panic buying amat," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Seberapa Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan?"
[Gambas:Video 20detik] (sao/up)
Masker Diburu Imbas Debu
14 Konten
Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau membuat masker jadi buruan banyak orang. Tak butuh waktu lama, kelangkaan imbas panik buying mulai bikin resah. Sudah langka, mahal pula.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads