Harga Masker 'Digoreng' Imbas Panic Buying, Dokter Paru Singgung Empati

Harga Masker 'Digoreng' Imbas Panic Buying, Dokter Paru Singgung Empati

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 07 Sep 2026 12:32 WIB
Warga membeli masker di Jalan Andara Raya, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026), di tengah kekhawatiran terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Jakarta -

Merebaknya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat masker kembali diburu warga di berbagai wilayah. Sayangnya, lonjakan permintaan ini dimanfaatkan oleh oknum penjual yang menaikkan harga masker di tengah fenomena panic buying.

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), meminta para pedagang untuk tetap berempati dan tidak memanfaatkan situasi bencana demi meraup keuntungan sepihak.

"Ya tentunya marilah sama-sama buat semuanya, ketika kondisi lagi ada bencana seperti ini, teman-teman yang sedang menjual itu tidak memanfaatkan kondisi ini," ujar Prof Agus dalam tayangan detikPagi, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mari kita bantu juga saudara-saudara kita yang membutuhkan hal tersebut, masker tersebut, dengan menjual dengan harga yang layak," lanjutnya.

Prof Agus juga mengimbau untuk tidak perlu panik hingga melakukan panic buying, yang justru memicu kelangkaan di pasaran.

ADVERTISEMENT

"Pada seluruh masyarakat ya tentunya dalam kondisi seperti ini kita tidak perlu panik ya. Yang terpenting adalah melakukan upaya-upaya pencegahan," tambahnya.

Langkah Perlindungan Diri saat Terjadi Sebaran Abu Vulkanik

Demi menghindari paparan debu vulkanik yang berisiko memicu gangguan pernapasan, Prof Agus membagikan sejumlah langkah pencegahan yang bisa diterapkan:

  • Batasi aktivitas di luar rumah: Mengurangi kegiatan di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
  • Gunakan alat pelindung diri (APD): Jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, pastikan selalu mengenakan masker yang tersedia untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan partikel abu.
  • Pilih moda transportasi tertutup: Jika harus bepergian, utamakan menggunakan kendaraan tertutup seperti mobil atau transportasi umum yang terlindung dari paparan udara luar secara langsung.
  • Jaga kualitas udara di dalam rumah: Memastikan ventilasi dan celah rumah tertutup rapat agar debu vulkanik dari luar tidak masuk dan mencemari udara di dalam ruangan.



(sao/up)
Masker Diburu Imbas Debu
14 Konten
Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau membuat masker jadi buruan banyak orang. Tak butuh waktu lama, kelangkaan imbas panik buying mulai bikin resah. Sudah langka, mahal pula.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads