Erupsi Anak Krakatau Mereda, Dokter Bagikan Tips Bersih-bersih Agar Aman Buat Mata

Erupsi Anak Krakatau Mereda, Dokter Bagikan Tips Bersih-bersih Agar Aman Buat Mata

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Rabu, 09 Sep 2026 16:05 WIB
cleaning, health and hygiene concept - asian woman wearing protective medical mask for protection from virus disease and putting rubber gloves on at home
Ilustrasi (Foto: Getty Images/dolgachov)
Jakarta -

Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mereda, waktunya bersih-bersih abu vulkanik yang tersisa. Nggak bisa sembarangan lho, tetap perlu berhati-hati saat mulai membersihkan rumah dan lingkungan.

Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa lantaran mengandung partikel bernama silika. Partikelnya dapat mengiritasi mata, kulit, hingga saluran pernapasan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi paparan abu dan menggunakan pelindung mata saat beraktivitas di luar rumah.

Lantas, bagaimana cara membersihkan rumah setelah terkena abu vulkanik agar mata tetap aman?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter spesialis mata dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), MM dari Mayapada Eye Centre (MEC) mengatakan abu vulkanik masih bisa berterbangan ketika dibersihkan, sehingga pelindung mata safety seperti googles sangat disarankan.

"Karena kalau googles itu kan sifatnya tertutup dari samping, atas, bawah itu dia lekat. Jadi kesempatan untuk debu itu untuk masuk jadi lebih kecil," kata dr Rini saat berbincang dengan detikcom di MEC Sudirman, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

ADVERTISEMENT

"Tapi, daripada tidak pakai proteksi sama sekali, saya rasa pakai kacamatan biasa pun, pakai dulu aja apa yang ada," sambungnya.

Jika masih terpapar abu vulkanik saat bersih-bersih rumah, dr Rini menegaskan jangan mengucek mata. Hal ini karena partikel yang ada di abu vulkanik berbeda dengan debu biasa.

dr Rini menambahkan kelilipan bisa dibagi menjadi dua kondisi, pertama mungkin ada benda asing di dalam mata atau kelainan karena iritasi seperti luka kecil, sehingga harus dibedakan untuk penanganan lanjutan.

"Cara pertama itu dengan membersihkannya dengan air mengalir. Setelah itu obat yang mudah untuk dibeli itu air mata buatan, itu bisa over the counter (OTC) atau beli di apotek secara bebas," katanya.

"Kalau dengan air mengalir harapannya, dengan aliran air itu dia (benda asing) akan bergerak bersama alirannya misalnya kalau memang ada di dalamnya," lanjutnya.

Namun, jika kondisinya tidak membaik, dr Rini sangat menyarankan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut ke rumah sakit, khususnya untuk mata.



(dpy/up)
Mata Merah Sisa Abu Vulkanik
20 Konten
Erupsi Gunung Anak Krakatau tak cuma menyisakan bekas abu vulkanik, beberapa orang juga mengalami iritasi mata yang belum benar-benar sembuh. Kenapa pemulihannya lama, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah bagi yang tidak mengalami?

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads