Mata Kelilipan Abu Vulkanik, Dibilas atau Direndam? Ini Penjelasan Dokter

Mata Kelilipan Abu Vulkanik, Dibilas atau Direndam? Ini Penjelasan Dokter

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Rabu, 09 Sep 2026 18:03 WIB
Woman with eye drops
Ilustrasi mata kelilipan (Foto: Getty Images/yamasan)
Jakarta -

Abu vulkanik imbas Gunung Anak Krakatau yang beterbangan bisa dengan mudah masuk ke mata dan menimbulkan rasa perih, mengganjal hingga membuat mata berair. Dalam kondisi seperti ini, mata sebaiknya dibilas atau cukup direndam?

Dokter spesialis mata dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), MM dari Mayapada Eye Centre (MEC) menegaskan, mata yang kemasukan abu sebaiknya dibilas dengan air mengalir.

"Paling efektif ya dengan air mengalir. Karena kalau hanya dengan kedip-kedip kalau dia bendanya nempel, bisa jadi tidak lepas," kata dr Rini saat berbincang dengan detikcom di MEC Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dengan air mengalir harapannya, dengan aliran air itu dia (benda asing) akan bergerak bersama alirannya misalnya kalau memang ada di dalamnya," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Namun, jika kondisi tidak kunjung membaik, atau mata merah tidak hilang dari waktu ke waktu, dr Rini menyarankan untuk mendapat tindakan lebih lanjut di rumah sakit atau klinik mata.

"Kalau ternyata udah terjadi iritasi, masih merah sampai sekarang (tak kunjung hilang), sensasi seperti ada benda asing di dalam mata seperti orang kelilipan walaupun bendanya sudah tidak ada, kami mesti lihat," katanya.

"Karena waktu benda itu melekat ke kornea, mungkin sudah ada proses peradangan di situ yang tidak akan sembuh dengan sendirinya hanya pakai air mengalir saja," sambungnya.

Kalau mungkin sudah terjadi infeksi atau iritasi, dr Rini menambahkan, obat tambahan seperti antibiotik atau peradangan mungkin diperlukan. Tentunya di bawah pengawasan dokter atau profesional kesehatan.



(dpy/up)
Mata Merah Sisa Abu Vulkanik
20 Konten
Erupsi Gunung Anak Krakatau tak cuma menyisakan bekas abu vulkanik, beberapa orang juga mengalami iritasi mata yang belum benar-benar sembuh. Kenapa pemulihannya lama, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah bagi yang tidak mengalami?

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads