Sisa Abu Vulkanik Masih Bisa Bikin Iritasi, Ini Saran Dokter Mata saat Bersih-bersih

Sisa Abu Vulkanik Masih Bisa Bikin Iritasi, Ini Saran Dokter Mata saat Bersih-bersih

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Sabtu, 12 Sep 2026 08:08 WIB
Young asian woman cleaning house wiping dust using Feather broom and duster while cleaning on window House keeping concept
Bersih-bersih rumah. Foto: Getty Images/iStockphoto/SARINYAPINNGAM
Jakarta -

Erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu membawa partikel debu vulkanik yang berhamburan di udara dan bisa masuk ke rumah-rumah. Berbeda dari debu jalanan biasa, debu vulkanik memiliki tekstur tajam, bersudut kasar, dan sangat kaku.

Jika terkena organ sensitif seperti mata, gesekan sekecil apa pun berpotensi menimbulkan erosi kornea hingga infeksi serius.

Guna mencegah kerusakan penglihatan saat beraktivitas membersihkan rumah di tengah paparan debu vulkanik, dokter spesialis mata dari Mayapada Eye Centre (MEC), dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), membagikan beberapa tips melindungi mata saat bersih-bersih sisa abu vulkanik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Googles Vs Kacamata

Saat abu vulkanik berterbangan di udara, penggunaan kacamata pelindung dan masker adalah produser wajib. Kacamata jenis goggles sangat dianjurkan karena bentuknya yang rapat dan menutup dari sisi atas, bawah, maupun samping.

Namun, jika goggles tidak tersedia, dr Rini menyarankan untuk tetap memakai kacamata apa saja yang ada di rumah sebagai perlindungan fisik darurat.

ADVERTISEMENT

"Daripada tidak pakai proteksi sama sekali, saya rasa dengan kacamata biasa pun pakai aja dulu apa yang ada gitu," ucap dr Rini saat ditemui detikcom di MEC Sudirman, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Selain itu, jika kondisi cuaca di luar sedang buruk dengan hembusan angin kencang yang membawa material abu pekat, dr Rini mengimbau untuk tidak memaksakan diri menerobos area terbuka.

"Ya udah apapun dan sebisa mungkin menghindari kalau anginnya kencang, ya janganlah kau tembus itu. Karena itu akan berisiko," ujarnya.

2. Lepas Lensa Kontak saat Bersih-bersih

Bagi pengguna softlens, paparan debu vulkanik menyimpan bahaya ganda. Partikel abu yang sangat kecil dapat terselip di bawah lekukan lensa kontak dan terperangkap langsung di atas permukaan kornea.

Ia menginstruksikan agar penggunaan softlens langsung dihentikan saat berada di wilayah terpapar debu vulkanik, termasuk di rumah untuk menghindari risiko terkena abu vulkanik yang masuk ke dalam rumah.

Jika mata pengguna softlens sudah telanjur kemasukan debu, segera lepas lensa tersebut dan jangan dipakai kembali.

"Dan kalau udah tiba-tiba rasanya kemasukan, cepat dibuka. Jangan dipakai lagi. Jangan dicuciin dan dipakai lagi. Udah cepat dibuka dulu. Entah cuci dengan air mengalir atau walaupun punya artificial tears, langsung ditetap banyak-banyak sampai rasanya udah nyaman," tuturnya.

3. Please Jangan Kucek Mata!

Mengucek mata adalah refleks yang sangat berbahaya saat kemasukan debu vulkanik. Gesekan tangan pada kelopak mata akan menekan partikel kasar debu ke lapisan kornea, membuat luka goresan bertambah lebar dan dalam.

"Jadi, waktu kita kucek mata seperti ini berarti ada permukaan kasar yang mungkin akan menempel di daerah mata. Lalu ketika kita giniin dia lukanya akan makin lebar. Dan makin dalam mungkin. Tergantung dari benda yang jadi sumber gesekannya itu," tambahnya.

4. Gunakan Air Mengalir dan Artificial Tears saat Kelilipan

Jika mata terasa ganjal atau kelilipan akibat abu vulkanik, cara pembersihan terbaik adalah mengalirkan air bersih ke area mata. Dorongan dari aliran air jauh lebih efektif melepaskan partikel yang menempel dibandingkan sekadar mengedipkan mata.

Setelah dibilas dengan air mengalir, bersihkan sisa kotoran mikro serta kembalikan kelembapan mata menggunakan obat tetes yang bisa melubrikasi.

Air mata buatan ini aman digunakan mandiri tanpa resep dokter untuk membantu membilas kotoran halus sekaligus meredakan iritasi.



(aur/up)
Mata Merah Sisa Abu Vulkanik
20 Konten
Erupsi Gunung Anak Krakatau tak cuma menyisakan bekas abu vulkanik, beberapa orang juga mengalami iritasi mata yang belum benar-benar sembuh. Kenapa pemulihannya lama, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah bagi yang tidak mengalami?

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads