Erupsi Berlalu, Kok Mata Masih Merah? Ini Kemungkinannya Menurut Dokter Mata

Erupsi Berlalu, Kok Mata Masih Merah? Ini Kemungkinannya Menurut Dokter Mata

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Sabtu, 12 Sep 2026 13:01 WIB
Mata merah padahal erupsi Anak Krakatau sudah berlalu
Abu vulkanik sisa erupsi Anak Krakatau masih bisa bikin iritasi mata. Foto: iStock
Jakarta -

Bencana erupsi gunung berapi atau hujan abu vulkanik mungkin sudah reda. Namun, tak sedikit orang yang mengeluhkan matanya masih merah, perih, atau terasa seperti ganjal (kelilipan) meski area sekitar sudah dibersihkan.

Jadi, mengapa mata tak kunjung jernih kembali? Berapa lama sebenarnya waktu normal untuk pemulihan dan kapan kondisi ini harus mulai diwaspadai?

Dokter spesialis mata dari Mayapada Eye Center (MEC) Sudirman, dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), menjelaskan, abu vulkanik bukanlah debu biasa. Partikelnya yang kasar dan tajam dapat memicu iritasi hingga peradangan pada kornea maupun konjungtiva mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Berapa Lama Iritasi Mata Akibat Abu Vulkanik Bisa Pulih?

Durasi penyembuhan mata yang terkena debu vulkanik sangat bervariasi. Untuk iritasi ringan atau pendarahan di lapisan putih mata, pemulihan alami biasanya memakan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu.

Namun, tidak semua orang memiliki kecepatan pemulihan yang sama. Menurut dr Rini, terdapat dua faktor yang memengaruhi proses pemulihan mata seseorang, yakni kondisi awal (baseline) kesehatan mata dan tingkat paparan abu.

"Jadi kadang-kadang startnya setiap orang ini kan kondisi awalnya berbeda. Yang kita harus lihat itu ada satu, orangnya baseline kesehatan matanya ada di mana waktu itu. Yang kedua, risiko paparan yang terjadi pada tiap orang, kamu dan saya mungkin berbeda," jelas dr Rini saat ditemui detikcom, Rabu (9/9/2026).

Seseorang dengan kondisi mata kering atau yang pernah mengalami operasi mata akan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.

Lalu, orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan, seperti jurnalis atau sukarelawan, terpapar jumlah debu yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang yang berada di dalam ruangan.

Selain itu, lamanya iritasi pada mata juga berkaitan dengan kedalaman luka. Jika gesekan abu hanya melukai lapisan paling atas, mata bisa menutup luka dengan cepat. Namun, jika luka lebih dalam, proses regenerasi jaringan membutuhkan waktu lebih lama.

Jika mata iritasi karena kelilipan, apa pertolongan pertama yang bisa diberikan?

Saat mata kemasukan debu vulkanik, langkah awal yang paling tepat adalah membilasnya dengan air mengalir, bukan sekadar dikedip-kedipkan atau dikucek.

Selain itu, mata merah yang ringan biasanya akan membaik secara bertahap jika dibantu dengan tetes air mata buatan (artificial tears) yang dijual bebas di pasaran untuk melubrikasi mata.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Waspadai Risiko Iritasi Mata saat Bersih-bersih Abu Vulkanik"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)
Mata Merah Sisa Abu Vulkanik
20 Konten
Erupsi Gunung Anak Krakatau tak cuma menyisakan bekas abu vulkanik, beberapa orang juga mengalami iritasi mata yang belum benar-benar sembuh. Kenapa pemulihannya lama, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah bagi yang tidak mengalami?

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads