Awas, Dokter Mata Ingatkan Risiko Pakai Softlens saat Bersihkan Abu Vulkanik

Awas, Dokter Mata Ingatkan Risiko Pakai Softlens saat Bersihkan Abu Vulkanik

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Sabtu, 12 Sep 2026 17:08 WIB
Person reusing the contacts taking them out of their container
Soft lens. Foto: Getty Images/nicoletaionescu
Jakarta -

Lensa kontak (softlens) memang praktis dan menunjang penampilan sehari-hari. Namun, ketika beraktivitas di lingkungan yang tinggi paparan debu atau saat bersih-bersih abu vulkanik, pengguna softlens menghadapi risiko kerusakan mata lebih tinggi dibandingkan orang berkacamata.

Bagaimana mekanisme bahaya debu di balik softlens dan kapan waktu yang tepat untuk melepasnya?

Ancaman Partikel Debu di Bawah Softlens

Bentuk abu vulkanik maupun debu jalanan yang mikroskopis memiliki tekstur kasar dan tajam. Ketika debu berterbangan di udara, partikel halus tersebut sangat mudah masuk dan terselip di bawah celah lensa kontak yang menempel pada kornea.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gesekan antara partikel tajam yang terperangkap dengan gerakan softlens di atas kornea dapat menggores lapisan mata, memicu luka, hingga menyebabkan infeksi bakteri.

Dokter mata dari Mayapada Eye Center (MEC), dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K) memperingatkan adanya risiko penumpukan debu di balik pemakaian softlens.

ADVERTISEMENT

"Softlens itu memungkinkan lensa kontak untuk nempel ke daerah kornea. Tapi partikel yang sangat kecil itu dia bisa selip di bawah lensa kontaknya. Jadi, kita harus lepas dulu saja lensa kontaknya. Gitu," kata dr Rini saat ditemui detikcom, Rabu (9/9/2026).

Wajib Dilakukan usai Kelilipan

Kesalahan fatal yang sering dilakukan pengguna softlens ketika mata mulai terasa kelilipan atau ganjal adalah melepas lensa, membilasnya dengan cairan pembersih, lalu memasangnya kembali ke mata.

dr Rini menegaskan bahwa jika mata sudah terlanjur terpapar debu atau abu vulkanik, tindakan paling tepat adalah segera melepas lensa kontak dan tidak menggunakannya lagi untuk sementara waktu.

"Air mata itu mungkin bisa nyelip di pinggir-pinggir lensa kontaknya kalau si air matanya bercampur dengan debu itu. Jadi harus dihindari. Dan kalau udah tiba-tiba rasanya kemasukan, cepat dibuka. Jangan dipakai lagi," ujarnya.

Ia berpesan setelah melepaskan softlens, pengguna bisa mencuci mata dengan air mengalir atau air mata buatan (artificial tears) sampai mata kembali terasa nyaman.

Namun, jika cara tersebut masih belum meredakan iritasinya, langkah yang dapat ditempuh adalah berkonsultasi dengan dokter mata.

Kapan Harus Beralih dari Softlens ke Kacamata?

Ada beberapa kondisi di mana penggunaan softlens sebaiknya dihentikan total dan digantikan oleh kacamata biasa atau goggles.

  • Saat berada di area terbuka dan berangin kencang: angin kencang menerbangkan partikel debu halus yang mudah masuk ke sela-sela lensa kontak.
  • Saat terjadi hujan abu vulkanik atau aktivitas bersih-bersih debu: tekstur abu vulkanik sangat berbahaya jika terperangkap di bawah softlens.
  • Saat mata mulai terasa iritasi, perih, atau merah: menggunakan softlens saat mata sedang iritasi hanya akan menghalangi proses penyembuhan alami dan memicu infeksi berat.
  • Saat berada di area terbuka dengan potensi debu tinggi, dr Rini menyarankan pengguna untuk mengutamakan kacamata.

Selain itu, untuk memberikan perlindungan ekstra di lingkungan berdebu pekat, penggunaan kacamata pelindung (googles) yang menutup rapat area atas, samping, dan bawah mata sangat dianjurkan.

"Oke, selama dia (abu vulkanik) masih ada di udara ya, kita tetap harus memproteksi diri kita dengan googles dan juga masker. Supaya itu tidak langsung kena ke area mata. Karena debunya pasti akan berterbangan," ucapnya.

Langkah Aman bagi Pengguna Lensa Kontak

Bagi pengguna aktif softlens, selalu sediakan kacamata cadangan dan obat tetes air mata buatan di dalam tas.

Jika sewaktu-waktu berada di lingkungan berdebu atau terasa ada benda asing yang masuk, segera lepas lensa kontak, bilas mata dengan air mengalir atau air mata buatan, dan beralihlah ke kacamata demi menjaga kesehatan kornea mata.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, CFD Bundaran HI Tetap Ramai"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)
Mata Merah Sisa Abu Vulkanik
20 Konten
Erupsi Gunung Anak Krakatau tak cuma menyisakan bekas abu vulkanik, beberapa orang juga mengalami iritasi mata yang belum benar-benar sembuh. Kenapa pemulihannya lama, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah bagi yang tidak mengalami?

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads