Mata merah atau gatal adalah keluhan kesehatan mata paling umum yang sering kali direspons dengan swamedikasi. Banyak yang langsung menggunakan obat tetes mata yang dibeli di warung, minimarket, atau apotek terdekat.
Terlebih dalam konteks paparan abu vulkanik, rasa ganjal dan perih akibat iritasi membuat siapa saja ingin segera meredakannya dengan cara instan.
Namun, banyaknya pilihan produk obat tetes mata di pasaran justru menyimpan risiko jika tidak dipahami dengan benar. Tidak semua tetes mata aman digunakan secara bebas tanpa resep dokter, loh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obat Tetes Mata yang Aman
Paparan abu vulkanik pada umumnya bersifat iritatif karena bentuk partikelnya yang tidak rata dan tajam. Ketika mata terasa merah dan kelilipan akibat debu, pertolongan pertama yang paling utama adalah membilasnya dengan air mengalir.
Setelah pembilasan, jenis tetes mata yang paling aman digunakan masyarakat secara mandiri adalah air mata buatan atau pelembap mata. Fungsi utamanya adalah melubrikasi mata yang kering dan membantu membersihkan sisa kotoran yang masih melekat.
Dokter mata dari Mayapada Eye Center (MEC), dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), memaparkan air mata buatan adalah produk pertolongan pertama di rumah yang relatif aman.
"Kalau pertanyaannya adalah untuk pertolongan pertama, layanan kesehatan jauh, yang bisa saya beli duluan yang mana? Air mata buatan itu. Karena itu tidak ada kandungan yang berbahaya. Dia sifatnya lubrikan," ucap dr Rini kepada detikcom, Rabu (9/9/2026).
Pantang Beli Obat Keras Tanpa Resep
Banyaknya merek obat tetes mata yang dijual bebas sering membuat awam salah pilih. Cara paling praktis untuk membedakan tetes mata yang aman digunakan tanpa resep adalah dengan memperhatikan logo pada kemasan produk.
Produk pelembap mata atau artificial tears boleh dibeli secara bebas. Sebaliknya, tetes mata yang memiliki logo lingkaran merah (berarti obat keras, seperti antibiotik atau steroid) tidak boleh dibeli sembarangan tanpa petunjuk dokter.
"Yang ada logo merahnya itu nggak boleh dibeli secara sembarangan. Tapi kalau yang tadi saya bilang, balik ke tema abu vulkanik ya. Artificial tears itu bisa. Dibeli bebas. Gitu. Jadi tinggal tanya aja, pelembab mata atau air mata buatan, itu dipakai, ditetes, itu bebas penggunaannya. Over the counter, bisa dibeli sendiri," katanya.
Salah Obat Bisa Picu Glaucoma
Kebiasaan salah yang sering terjadi di masyarakat adalah melakukan swamedikasi berulang. Pasien kerap membeli kembali obat tetes mata keras hanya dengan membawa botol bekasnya karena merasa obat tersebut cepat menyembuhkan merah pada mata.
Salah satu jenis obat yang paling sering disalahgunakan adalah golongan steroid. Obat tetes mengandung steroid memang ampuh menghilangkan mata merah dalam waktu singkat sehingga dianggap sebagai 'obat dewa'.
Namun, efek samping penggunaan berulang tanpa pengawasan dokter sangat berbahaya.
"Itu emang obat ampuh sekali. Tapi yang tidak disadari adalah efek sampingnya juga bisa hebat sekali, gitu. Dan kita nggak pernah tahu mana pasien yang akan mengalami efek samping," tegasnya.
Penggunaan steroid jangka panjang dapat meningkatkan tekanan bola mata tanpa menimbulkan rasa sakit (asimtomatik).
Kondisi ini memicu steroid-induced glaucoma, yakni ketika saraf mata rusak secara perlahan mulai dari pandangan samping (perifer) hingga akhirnya memicu kebutaan sentral. Celakanya, kerusakan akibat glaukoma bersifat permanen dan tidak dapat disembuhkan.
"Kerusakan karena glaucoma itu dari perifer, dari lapang pandang sampingnya. Ketika udah makin jelek makin jelek, mulai kena penglihatan sentralnya baru mereka ada keluhan. Nah kerusakan akibat glaucoma nggak bisa dibalikin lagi. Jadi mesti hati-hati," tegas dr Rini.
Simak Video "Video: Mata Merah Kena Abu Vulkanik, Obat Tetes Apa Yang Disarankan? Ini Kata Dokter"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)










































