Soal Asal-usul Skin Booster 'Kulit Mayat' ala Korea, Ini Wanti-wanti Dokter

Soal Asal-usul Skin Booster 'Kulit Mayat' ala Korea, Ini Wanti-wanti Dokter

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Rabu, 16 Sep 2026 18:14 WIB
Female doctor (or nurse) in protection face mask, medical cap and glove holds syringe with vaccine in her hand on black background. Half face in shadow, dramatic emotion. Concept of virus protection, prevention of epidemics, treatment of diseases. Ba
Foto: Getty Images/ElcovaLana
Jakarta -

Produk skin booster asal Korea Selatan tengah ramai diperbincangkan, disebut-sebut diekstrak dari 'kulit mayat'. Banyak rumor beredar soal asal-usul bahan yang didapatkan.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) meminta para dokter dan fasilitas kesehatan bersikap transparan secara penuh terkait penggunaan produk skin booster berbahan Human Acellular Dermal Matrix (hADM) tersebut.

Langkah ini diambil merespons maraknya tren perawatan kulit di media sosial yang ramai memperbincangkan produk berbasis jaringan donor manusia asal Korea Selatan yang disebut sebagai "skin booster yang diekstrak dari mayat".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Umum PERDOSKI Pusat, Dr dr Hanny Nilasari, SpDVE, Subsp.Ven menekankan, keterbukaan informasi kepada pasien merupakan prinsip etika dan keselamatan medis yang tidak bisa ditawar.

Menurutnya, dokter wajib menjelaskan secara jujur bahwa produk hADM berasal dari jaringan kulit donor manusia yang telah melalui pemurnian dan sterilisasi.

ADVERTISEMENT

"Transparansi wajib dijaga. Dokter perlu menjelaskan bahwa produk berasal dari donor manusia, bukti manfaatnya masih berkembang, alternatif terapi, potensi komplikasi, dan rencana penanganan apabila terjadi efek samping," tulisnya dalam pernyataan resmi, Rabu (9/6/2026).

Selain asal-usul bahan, PERDOSKI mewanti-wanti dokter agar tidak menutup-nutupi status keterbukaan bukti klinis hADM yang dinilai masih sangat terbatas.

Penelitian awal penggunaan hADM sebagai skin booster wajah sejauh ini baru melibatkan 20 peserta dengan masa pengamatan sekitar 20 minggu.

Di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen memiliki hak mutlak untuk mendapatkan rincian legalitas dan rekam jejak produk sebelum menyetujui tindakan injeksi.

Pasien berhak mengetahui nama dan komposisi produk, produsen, negara asal, nomor izin edar yang berlaku di Indonesia, nomor bets, tanggal kadaluarsa, serta cara penyimpanan produk.

Mengenai isu liar yang beredar di masyarakat terkait asal-usul donor jaringan, Ia mengimbau publik maupun praktisi medis untuk tidak menyebarkan spekulasi yang belum terbukti.

"Jangan menyebarkan spekulasi asal donor. Dugaan bahwa jaringan berasal dari negara atau kelompok tertentu, termasuk isu yang dikaitkan dengan konflik kemanusiaan, tidak boleh disebarkan tanpa bukti resmi yang dapat diverifikasi," tegasnya.

Guna menjamin keamanan pasien, PERDOSKI mendorong sistem ketertelusuran (traceability) yang ketat dari setiap bets produk-mulai dari proses skrining penyakit menular pada donor, sterilisasi, hingga sistem pelaporan efek samping.

Ia juga mengimbau untuk selalu memilih dokter spesialis yang kompeten di fasilitas kesehatan resmi serta menolak tindakan penyuntikan produk yang dibawa melalui jalur tidak resmi (jastip).

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Dokter Minta Masyarakat Waspadai Tren Skin Booster Wajah dari Mayat"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)
Skincare Kulit Mayat ala Korea
12 Konten
Produk skin booster berbahan Human Acellular Dermal Matrix (hADM) tengah ramai dibicarakan, disebut-sebut berasal dari 'kulit mayat'. Skincare asal Korsel ini rupanya bukan barang baru, biasa dipakai dalam rekonstruksi luka bakar dan pembedahan.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads