Kemenkes 'Pangkas' Birokrasi Rujukan, Kini Dokter Bisa Konsultasi Via Telepon

Kemenkes 'Pangkas' Birokrasi Rujukan, Kini Dokter Bisa Konsultasi Via Telepon

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Rabu, 16 Sep 2026 19:04 WIB
Closeup of a medical stethoscope with folder .
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Ash2016)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan TeleNICU & TelePediatrics di RSAB Harapan Kita. Ini jadi salah satu upaya untuk "memangkas" perjalanan birokrasi terkait rujukan rawat inap dan gawat darurat, yang biasanya terkendala ruangan.

Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI Obrin Parulian mengatakan RSAB Harapan Kita nanti akan membantu rumah sakit yang ingin merujuk pasien. Sebelum keputusan diambil, kedua belah pihak akan saling berkonsultasi lewat layanan tersebut.

"Misalnya, kami punya pasien A, kondisi seperti ini apa yang harus kami lakukan? Kemudian nanti para ahli dari sini (RSAB Harapan Kita), tentu kami melihat ya kesenjangan SDM," kata Obrin saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya di daerah tadi hanya ada spesialis anak, membutuhkan konsultasi di sini ada spesialis anak yang ahli jantung, ada spesialis anak ahli infeksi kemudian berdiskusi. Kemudian disampaikan, dianalisis, sebenernya mungkin ini nggak perlu dirujuk, bisa di tempat bapak ibu," sambungnya.

Jika nanti memang pasien membutuhkan, melalui TeleNICU & TelePediatrics bisa diketahui dalam kondisi seperti apa pasien memang benar-benar harus dirujuk.

ADVERTISEMENT

"Dan nanti disiapkan juga fasilitas penerima rujukannya. Jadi ini bukan mengganti rujukan, tetapi lebih ke meningkatkan pelayanannya, menapis, dan sekaligus melakukan transfer of knowledge juga," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr Reni Wigati, SpA SubspETIA(K) mengatakan integrasi teknologi ini merupakan wujud komitmen RSAB Harapan Kita sebagai Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional untuk meruntuhkan hambatan geografis dan waktu dalam pelayanan medis.

"Melalui TeleNICU dan TelePediatrics, RSAB Harapan Kita sebagai hub terhubung dengan rumah sakit jejaring sebagai spoke melalui telekonsultasi, pendampingan stabilisasi, dan telementoring," kata dr Reni.

"Telekonsultasi memberikan akses kepada dokter spesialis dan subspesialis; pendampingan membantu memastikan stabilisasi sebelum keputusan rujukan; sedangkan telementoring menjadikan setiap kasus sebagai pembelajaran berkelanjutan," lanjutnya.

Dengan berjalannya sistem terintegrasi ini, penanganan kasus kegawatdaruratan medis pada bayi dan anak khususnya yang membutuhkan perawatan intensif NICU (Neonatal Intensive Care Unit), dapat diputuskan secara presisi melalui empat skenario outcome: diterima langsung, diterima setelah ketersediaan tempat, diterima setelah tindakan stabilisasi di RS asal, atau tidak jadi dirujuk dengan alasan klinis yang jelas.



(dpy/kna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads