Lansia Usia 91 Tahun Jadi Volunteer Asian Games, Cermin Populasi Jepang Makin Tua

Lansia Usia 91 Tahun Jadi Volunteer Asian Games, Cermin Populasi Jepang Makin Tua

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 28 Sep 2026 14:03 WIB
TOKYO, JAPAN - SEPTEMBER 23: Senior etiquette volunteers work in the swimming event on day four of the 20th Asian Games Aichi-Nagoya at Tokyo Aquatics Centre on September 23, 2026 in Tokyo, Japan. (Photo by Cui Nan/China News Service/VCG via Getty Im
Potret volunteer atau relawan di ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. (Foto: China News Service via Getty Ima/China News Service)
Jakarta -

Pemandangan tak biasa mewarnai panggung penyerahan medali cabang olahraga renang di ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Di samping para atlet muda yang berseri-seri menerima medali, berdiri para relawan lansia berambut putih yang dengan sigap membawa baki berisi medali.

Kehadiran para relawan 'berambut perak' ini mendadak menyita perhatian dunia, sekaligus memotret fenomena penuaan populasi (aging population) yang tengah melanda Jepang.

Berdasarkan data kementerian setempat, jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas di Jepang telah mencapai rekor 36,24 juta jiwa. Angka tersebut mencakup 29,6 persen atau hampir 3 dari setiap 10 orang dari total populasi. Kondisi ini menempatkan Jepang sebagai negara dengan proporsi lansia tertinggi di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Krisis regenerasi populasi dan padatnya jam kerja usia produktif membuat panitia Asian Games mengandalkan para pensiunan untuk mengisi posisi penting sebagai relawan. Dikutip dari Xinhua News, dari sekitar 40.000 relawan yang terlibat, usianya membentang mulai dari 18 hingga 91 tahun.

ADVERTISEMENT

Semangat Pantang Kendor di Usia 91 Tahun

Salah satu sosok yang paling menyita perhatian adalah Anraku Hiroisa. Di usianya yang sudah menginjak 91 tahun, Anraku tercatat sebagai relawan tertua yang bertugas di lokasi pertandingan cabang olahraga kabaddi di Kota Tokai.

Meski tak lagi muda, dedikasi Anraku tak kalah dengan anak muda. Demi menjalankan tugasnya secara optimal, ia bahkan rela melakukan persiapan fisik dan mental berbulan-bulan sebelumnya.

"Saya ingin memahami kabaddi dengan benar, jadi saya menyempatkan diri menonton pertandingannya langsung Mei lalu. Supaya bisa ngobrol dengan atlet dari 11 negara, saya juga merangkum kosa kata berbagai bahasa dan menghafalnya," cerita Anraku, dikutip dari Asahi Shimbun.

Tak hanya itu, Anraku juga rutin melatih ketahanan fisiknya agar tidak kaget saat bertugas di lapangan.

"Dua sampai tiga kali seminggu saya latihan fisik dengan jalan kaki selama 40 menit sambil menggendong ransel seberat 7 kg," tambahnya sembari tersenyum.

Pihak panitia penyelenggara menegaskan bahwa penempatan relawan lansia ini tidak dilakukan secara sengaja, melainkan disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing pendaftar.

"Kemampuan fisik tentu jadi pertimbangan. Seseorang yang tidak mampu mengangkat beban berat di lokasi pertandingan bisa kita alihkan ke tugas upacara penyerahan medali," pangkas Ryoki Sawada, Kepala Departemen Relawan Panitia Penyelenggara Asian Games.

(sao/kna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads