Prabowo 'Restui' Dana Rp 20 T Buat Tambal Defisit BPJS, Cair Oktober-November 2026

Prabowo 'Restui' Dana Rp 20 T Buat Tambal Defisit BPJS, Cair Oktober-November 2026

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 29 Sep 2026 11:16 WIB
Ilustrasi Mobile JKN BPJS Kesehatan
Ilustrasi BPJS Kesehatan (Foto: BPJS Kesehatan)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyetujui suntikan anggaran Rp 20 triliun untuk BPJS Kesehatan. Dana ini dibutuhkan BPJS untuk mengurangi tekanan dan potensi defisit keuangan.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa pihaknya telah mengatur tambahan suntikan dana ini di APBN 2026. Pencairan dana Rp 20 T triliun ini akan dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.

"Kami melaporkan kepada bapak Presiden bahwa di dalam APBN 2026 telah ada tambahan suntikan dana untuk jaminan kesehatan sebesar Rp 20 T," kata Suahasil usai Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Senin (28/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suahasil menambahkan bahwa anggaran ini juga nantinya akan membantu membayari 96,8 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

"Kira-kira kalau yang penerima bantuan iuran anggarannya kira-kira Rp 47 T, sementara tambahannya itu Rp 20 T dan akan segera dicairkan untuk mendukung keuangan BPJS pada bulan Oktober ini, berarti dua hari lagi dan juga bulan November," katanya.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan sampai bulan September 2026, BPJS telah mengumpulkan iuran sebesar Rp 118 T.

"Sementara manfaat yang kami bayarkan sampai saat ini Rp 132 T. Jadi ini ada cashflow gap untuk kami tetap bisa membayar pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan teman-teman di fasilitas kesehatan," katanya.

Prihati menambahkan peningkatan kualitas layanan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah perkembangan dalam sistem kesehatan, seperti inflasi medis, pertumbuhan penduduk, pergeseran penyakit, dan peningkatan utilisasi pelayanan.

"Kemudian beberapa hal kecil kita akan perbaiki, fraud dalam pelayanan dan ini juga penting perilaku yang volume based. Kami akan geser ke value based," lanjut Prihati.



(dpy/kna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads