Dapat Hibah dari Belanda, RS PON Perkuat Layanan Otak dan Saraf

Dapat Hibah dari Belanda, RS PON Perkuat Layanan Otak dan Saraf

detikHealth
Kamis, 01 Okt 2026 14:41 WIB
Adelia Magda Firdausi, S.P.
Ditulis oleh:
Adelia Magda Firdausi, S.P.
Sarjana Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Universitas Gadjah Mada yang memiliki ketertarikan di bidang pangan, kesehatan, dan lingkungan. Saat ini mengikuti program Maganghub sebagai Health Reporter
Penandatanganan kontrak hibah di RS PON, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026).
Penandatanganan kontrak hibah di RS PON, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026). Foto: Adelia Magda Firdausi/detikhealth
Jakarta -

RS Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof Dr dr Mahar Mardjono Jakarta mendapat hibah senilai EUR 10 juta (sekitar Rp 202 triliun) dari Pemerintah Kerajaan Belanda melalui Invest International. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat layanan kesehatan melalui pengadaan alat kesehatan spesialistik.

Penandatanganan kontrak pengadaan dilakukan pada Kamis (1/10/2026). Sebanyak 68 produk dengan total 137 unit alat kesehatan akan disiapkan untuk mendukung layanan radiologi dan imaging, sistem monitoring, neurointervensi, bedah saraf, rehabilitasi, anestesi, serta teknologi medis lainnya.

Direktur Unit Implementasi Proyek Hibah Invest International RS PON, dr Adin Nulkhasanah, SpS, MARS, mengatakan proses mendapatkan hibah tersebut telah berlangsung sejak 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bukan hanya tentang penandatanganan sebuah kontrak. Hari ini menandai transisi penting dari tahap persiapan menuju tahap implementasi," ujarnya dalam acara penandatanganan kontrak di RS PON, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026).

Jadi Proyek Pertama

Hibah tersebut diberikan melalui fasilitas DRIVE (Development Related Infrastructure Investment Vehicle) yang dikelola Invest International, lembaga pembangunan dan keuangan asal Belanda.

ADVERTISEMENT

Perwakilan Invest International Indonesia, Henry Sundee, mengatakan proyek pengadaan alat kesehatan di RS PON merupakan proyek pertama pihaknya melalui program hibah DRIVE di Indonesia.

"Ini merupakan proyek pertama dari kami. Kami adalah Invest International, lembaga pembiayaan dampak (impact-driven financing institution) dari Belanda, dan ingin mendukung pembangunan proyek-proyek di bidang infrastruktur di Indonesia," kata Henry.

Ia mengatakan Invest International menyediakan hibah dan pembiayaan untuk mendukung proyek pembangunan di Indonesia. Kerja sama dengan Kementerian Kesehatan juga diharapkan dapat berlanjut ke bidang lain.

"Kami tentu sangat berharap bahwa ini merupakan langkah pertama dalam kerja sama antara Kementerian Kesehatan dan Invest International. Kami siap menjajaki kerja sama di bidang-bidang lain," ujarnya.

Pengadaan dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026, mulai dari pengadaan dan pengiriman hingga instalasi, uji fungsi, dan commissioning. Monitoring dan evaluasi proyek akan dilakukan hingga penutupan hibah yang dijadwalkan pada Juni 2027.

Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan neurologi sekaligus mendukung pengembangan layanan otak dan saraf di rumah sakit lain melalui fungsi pengampuan layanan stroke.



(amf/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads