BPOM Pastikan Stok Obat Antivirus untuk Influenza A di RI Cukup

BPOM Pastikan Stok Obat Antivirus untuk Influenza A di RI Cukup

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Kamis, 01 Okt 2026 17:03 WIB
Health themes: Background of a large group of assorted capsules, pills and blisters. Drug abuse.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/apomares)
Jakarta -

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Taruna Ikrar memastikan ketersediaan obat antivirus untuk penanganan influenza A di Indonesia berada dalam kondisi yang cukup.

Kepastian ini disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan obat tetap terpenuhi di tengah perhatian terhadap kasus influenza A. Terlebih, sebelumnya sempat heboh soal obat oseltamivir yang susah didapat.

"Berdasarkan data dari Kedeputian I, khususnya Direktorat Registrasi Obat dan Distribusi Obat, kita memiliki kecukupan obat-obat antivirus," kata Ikrar di Kabupaten Tangerang, Kamis (1/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi intinya, dalam konteks domainnya Badan POM, ketersediaan antivirus tetap tersedia dan tercukupi. Jadi masyarakat jangan panik," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Lucia Rizka Andalusia menjelaskan, sebagian besar kepanikan dipicu oleh cepatnya persebaran informasi di media sosial. Termasuk kabar mengenai ketimpangan stok obat antarwilayah.

"Kekhawatiran ini terutama disebabkan karena informasi mengenai peningkatan kasus beredar cepat di media sosial dan adanya info perbedaan ketersediaan obat di antara berbagai wilayah," kata Rizka dalam konferensi pers, Senin (28/9/2026).

"Namun kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat memperoleh informasi yang tepat dan tidak mengambil tindakan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi," sambungnya.

Ia menekankan, pasien influenza tanpa tanda bahaya (red flags) sebetulnya bisa ditangani secara mandiri di rumah. Istirahat yang cukup serta menjaga asupan cairan tubuh adalah kunci utama pencegahan dehidrasi dan perburukan kondisi.

"Sehingga tidak setiap orang harus mendapatkan obat antivirus atau oseltamivir ini. Jika menunjukkan tanda bahaya, segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat," jelasnya.



(aur/dpy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads