GKR Bendara Ungkap Rahasia Ibu Tetap Produktif di #TanggalMerahUntukIbu

GKR Bendara Ungkap Rahasia Ibu Tetap Produktif di #TanggalMerahUntukIbu

Serly Putri Jumbadi - detikHealth
Minggu, 04 Okt 2026 17:00 WIB
#TanggalMerahUntukIbu dari Frisian Flag
Foto: Serly Putri Jumbadi
Jogja -

Putri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, membagikan tips agar para ibu tetap produktif di tengah kesibukan. Hal itu ia ungkap pada sesi talkshow di gelaran #TanggalMerahUntukIbu yang dihelat Frisian Flag di Pakuwon Mall Jogja dari tanggal 2 - 4 Oktober 2026.

Menurutnya, produktivitas seorang ibu tak hanya soal aktivitas fisik, tetapi juga bagaimana menjaga pikiran tetap aktif. Ia mengatakan produktif bisa dilakukan baik di dalam maupun di luar rumah.

"Produktif itu ada dua sisi, gitu ya. Bisa produktif di luar rumah, bisa produktif di dalam rumah. Karena benar-benar di dalam rumah pun kita juga tetap bisa produktif, gitu ya," kata Bendara, Sabtu (3/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bendara melanjutkan, ibu juga perlu tetap mengenali dirinya sendiri. Jangan sampai kehidupan seorang ibu sepenuhnya hanya berpusat pada anak.

"Karena, jangan lupa Ibu-Ibu semuanya, kita tetap harus mencari jati diri kita itu siapa. Jadi jangan sampai nanti pada saat anak-anak sudah besar, kitanya nggondeli (menahan) mereka, karena dunia kita berputar dengan di antara anak, gitu ya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Bendara menilai produktivitas seharusnya membuat hidup menjadi lebih bermakna. Hal itu bisa diwujudkan melalui berbagai aktivitas, baik untuk keluarga maupun masyarakat.

"Tetapi bagaimana produktif itu membuat hidup kita lebih bermakna, memiliki arti. Bisa memiliki arti untuk anak-anak kita, atau bisa memiliki arti untuk masyarakat banyak," tuturnya.

Salah satu hal yang ditekankan Bendara adalah pentingnya membaca. Ia mengingatkan para ibu untuk tidak berhenti membaca, baik bagi mereka yang berkarier maupun ibu rumah tangga.

"Yang kedua adalah untuk menjadi sosok yang lebih baik bagi anak-anak kita. Salah satu halnya adalah Ibu itu dilarang stop membaca. Itu salah satu, mau ibu berkarier, mau ibu rumah tangga, ibu tidak boleh stop membaca," jelasnya.

"Dengan membaca, apakah itu fiksi atau yang sejarah, atau apa pun itu, enggak harus yang berat-berat sejarah ya, tetapi untuk tetap membuat pikiran kita aktif dalam berkreasi, dalam mengolah kata," imbuhnya.

Bendara juga mengingatkan para ibu agar tidak terlalu larut dalam pikiran negatif. Ia menyarankan membaca buku ketika mulai banyak memikirkan hal-hal yang tidak perlu.

"Jadi jangan sampai pikiran kita kebanyakan berpikir negatif. 'Suami lagi ngapain ya?', 'Anak lagi ngapain ya?', 'Tetangga lagi ngapain ya?' Jangan. Kalau ada pikiran gitu, langsung buka buku aja, membaca, gitu ya. Jadi produktivitas itu badan, otak, sama spiritual. Monggo (silakan) nanti spiritualnya seperti apa, itu harus dicari sendiri-sendiri individu," terangnya.

#TanggalMerahUntukIbu dari Frisian FlagFoto: Serly Putri Jumbadi

Bedakan Sibuk dan Produktif

Psikolog Klinis, Adhe Vrilia, mengatakan ibu perlu memahami perbedaan antara sibuk dan produktif. Menurutnya, produktivitas bukan diukur dari seberapa banyak aktivitas yang dilakukan dalam sehari.

"Produktif itu tidak selalu harus kita punya aktivitas yang sangat banyak untuk terlihat sibuk gitu ya. Karena yang namanya produktif itu kita bagaimana seorang ibu harus tahu skala prioritas," kata Adhe.

Selain menentukan prioritas, ibu juga perlu mampu membagi energi dan memiliki ruang untuk dirinya sendiri. Adhe menilai tuntutan untuk menyelesaikan berbagai hal dengan cepat terkadang membuat ibu justru sulit membedakan kesibukan dengan produktivitas.

"Dan saya menilai bahwa ibu-ibu era sekarang itu seolah-olah ingin sekali menyelesaikan segala hal dengan cepat. Jadi kita harus bedakan yang namanya sibuk dengan yang namanya produktif," ujarnya.

Menurut Adhe, kesibukan lebih banyak berkaitan dengan jumlah aktivitas yang dilakukan. Sementara produktivitas juga berkaitan dengan aktivitas yang bermakna dan sesuai dengan hal yang disukai.

"Kalau misalnya sibuk itu lebih banyak di aktivitasnya itu secara kuantitatif, pokoknya yang penting aku bergerak, gitu ya," tuturnya.

"Jadi ketika dia bisa memiliki aktivitas yang disukai, tentunya juga bisa memberikan energi positif juga kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, terutama siapa sih? Anak-anak dan suaminya," sambung Adhe.

Karena itu, Adhe mengingatkan pentingnya memberikan jeda bagi ibu untuk melakukan aktivitas yang disukai maupun sekadar beristirahat.

"Sehingga perlu untuk diberikan jeda tentunya ya, untuk mencari hal yang mungkin disukai ataupun memberikan jeda sejenak untuk beristirahat, begitu," pungkasnya.

(anl/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads