Dorong Industri Farmasi Lokal, BPOM Janjikan Akses Obat Aman dan Terjangkau

Dorong Industri Farmasi Lokal, BPOM Janjikan Akses Obat Aman dan Terjangkau

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Minggu, 04 Okt 2026 17:30 WIB
Dorong Industri Farmasi Lokal, BPOM Janjikan Akses Obat Aman dan Terjangkau
Foto: Dokumentasi BPOM RI
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus mendorong kemandirian industri farmasi dalam negeri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan akses obat-obatan yang tidak hanya terjamin keamanan dan mutunya, tetapi juga memiliki harga yang lebih terjangkau.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam keynote speech yang disampaikannya pada ajang The 6th International Conference on Pharmaceutical Sciences and Military Pharmacy (ICOPMAP) 2026. Kegiatan itu diselenggarakan di Kampus Bela Negara Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor.

Taruna menjelaskan bahwa pesatnya pergeseran paradigma medis, seperti hadirnya precision medicine, bioteknologi, hingga terapi gen dan sel, menuntut penguatan regulasi obat berbasis sains (regulatory science).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BPOM terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi Academia-Business-Government (ABG). Serta mengadopsi standar regulasi internasional, untuk mendorong kemandirian industri farmasi dalam negeri dan memastikan akses obat yang aman serta terjangkau bagi masyarakat," ujar Taruna dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (4/10/2026).

ADVERTISEMENT

Ketahanan Kesehatan Jadi Benteng Negara

Selain menjamin ketersediaan obat murah dan aman, Taruna menekankan bahwa ketahanan kesehatan merupakan komponen vital dalam sistem pertahanan negara modern. Menurutnya, sebuah bangsa tidak bisa hanya bergantung pada kekuatan alutsista semata.

"Masa depan pertahanan tidak hanya berbicara tentang kekuatan alutsista. Kita juga harus berbicara tentang ketahanan pangan, ketahanan kesehatan, kemandirian obat, kemampuan bioteknologi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," tegasnya.

Ia optimistis Indonesia mampu lepas dari ketergantungan produk obat impor. Mengingat, Indonesia dibekali kekayaan biodiversitas, sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, serta kapasitas industri yang terus berkembang.

"Ketika Indonesia mampu meneliti, mengembangkan, memproduksi, dan mengawasi obat serta teknologi kesehatannya sendiri, pada saat itulah kita bukan hanya sedang membangun sistem kesehatan yang kuat, tetapi juga sedang memperkuat kedaulatan dan pertahanan bangsa," lanjut Taruna.

Konferensi internasional ICOPMAP ke-6 yang mengusung tema "Global Perspectives on One Health with Pharmaceutical Sciences and Military Pharmacy" ini dibuka langsung oleh Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Anton Nugroho.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus, Perwakilan WHO Indonesia, serta para peneliti ternama dunia dari Kyoto University, National University of Singapore (NUS), University College London (UCL), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).



(sao/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads