Minggu, 25 Jul 2021 18:07 WIB

Ratusan Meninggal Saat Isoman COVID-19, Sleman Libatkan Mahasiswa Kedokteran

detikTV, Jauh Hari Wawan S - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal



Indra mengungkapkan mereka yang dilaporkan meninggal saat isoman diartikan belum mendapat perawatan rumah sakit.

"MD isoman itu kami artikan dia belum masuk rumah sakit, apakah dia meninggal di depan rumah sakit saat menunggu (perawatan), itu kami anggap isoman," katanya.

"Tapi kebanyakan meninggalnya di rumah. Kalau yang meninggal saat proses nyari rumah sakit ya ada," sambungnya.

Indra mengatakan berdasarkan keterangan pihak keluarga pasien kebanyakan didiagnosa mengalami gejala ringan hingga sedang.

"Yang di rumah itu dipastikan diagnosanya ringan-sedang. Kemudian oleh faskes itu diberi opsi untuk isoman di rumah," bebernya.

Menurutnya, pasien harusnya didorong untuk menjalani isolasi di shelter. Sebab, ia menganggap isolasi di shelter lebih terjamin dari sisi pengawasan dan kebutuhan medis dan bisa cepat dilakukan penanganan ketika kondisi drop.

"Dari puskesmas atau petugas rumah sakit saya beberapa kali menemui, (pasien) ditawari untuk isolasi mandiri di rumah atau di shelter. Tidak didorong. Harusnya (didorong) harus ke shelter," tegasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Perlukah Tes COVID-19 Ulang Usai 14 Hari Isoman?"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)