Selasa, 22 Mar 2005 13:14 WIB

Sembuhkan asma dengan Xolair

- detikHealth
Jakarta - Asma diyakini sebagai penyakit bawaan yang diderita sejak lahir. Meskipun telah dilakukan berbagai macam terapi penyembuhan, tapi penyakit ini tetap tak dapat menghilang secara total dari tubuh si penderita.Teknologi kedokteran akhir-akhir ini telah menemukan cara pengobatan yang efektif bagi penderita asma. Demikian menurut hasil pertemuan para pakar AAAI (American Academy of Allergy, Asthma and Immunology) di San Antonio.Dr. Phillip Korenblat, dari Washington University School of Medicine, St. Louis menyatakan sikap optimisnya mengenai pengobatan asma dengan Xolair, seperti yang dikutip dari eyewitnessnewstv.com.Lebih dari 4300 orang yang menderita asma, setengahnya menggunakan Xolair sebagai terapi pengobatan penyakitnya. Dan mereka menunjukkan perubahan yang lebih signifikan dibandingan hanya dengan menggunakan alat bantu pernafasan saja.Pada dasarnya asma terbagi menjadi 2, persistent dan intermittent. Xolair ini digunakan untuk penderita asma persistent yang lebih berbahaya serta beresiko tinggi terkena exacerbations (gejala asma yang lebih parah dari sebelumnya)."5%-10% penderita asma adalah asma akut, jika tak segera diatasi sejak dini maka akan menjadi persoalan yang lebih serius" ujar Dr. Korenblat. Diharapkan Xolair ini dapat mencegah terjadinya gejala asma yang lebih serius lagi.Namun menurut Dr. Clifford Basset, assistant professor di State University of New York, menyatakan bahwa pengobatan dengan Xolair ini memang agak rumit. Karena Xolair ini merupakan serum yang tiap sebulan sekali harus disuntikkan kepada penderita asma sepanjang hidupnya. Hal tersebut dibantah oleh Dr. Korenblat yang tetap bersikukuh bahwa sejauh ini tak ada keluhan dari pasien pengguna Xolair yang memang bersifat revolusioner. Pada beberapa orang, asma disebabkan karena reaksi alergi yang berlebihan, dengan mekanisme seperti berikut ini - sistem kekebalan menstimulasi produksi antibodi IgE. Penyebab alergi atau penyebab meningkatnya antibodi IgE menimbulkan kesukaran pernafasan pada si penderita dan pada akhirnya mengarak ke asma. Xolair yang nama umumnya adalah omalizumab dapat mencegah proses tersebut sedini mungkin.Penelitian melibatkan 4.308 penderita asma, 2.511 diantaranya diobati dengan menggunakan Xolair dan 93% adalah penderita asma akut. Hasilnya sebanyak 47% yang menggunakan Xolair mengalami penurunan dalam hal frekuensi check-up ke dokter. Penurunan juga terjadi dalam hal kunjungan penderita Asthma ke UGD yaitu sebanyak 61% dan 47% angka menunjukkan penurunan dalam hal kunjungan penderita asma yang tak terjadwal ke dokter.

(ely/)
dMentor
×
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses Selengkapnya