Kamis, 14 Apr 2005 11:02 WIB

Diabetes Masa Kehamilan

- detikHealth
Jakarta - Perempuan hamil seringkali mempunyai komplikasi penyakit. Mual dan muntah pada pagi hari, nyeri, pusing, varises adalah beberapa penyakit yang kadang diidap perempuan saat hamil. Kencing manis atau diabetes mellitus pun kerap menghampiri perempuan hamil meskipun sebelum hamil tidak mempunyai keluhan dan gejala. Penyakit ini dalam istilah medis disebut gestational diabetes. Memang, penyakit ini ada hanya ketika perempuan menjalani masa kehamilan. Gestational terjadi akibat produksi hormon estrogen dan progesteron berlebihan. Perubahan tubuh perempuan pada masa kehamilan mempengaruhi berbagai perubahan yang ada seperti produksi hormon, metabolisme, dll. Perempuan yang mengalami masalah berat badan ketika hamil mempunyai risiko gestational diabetes. Hormon estrogen dan progesteron mempengaruhi metabolisme gula sehingga kandungan gula darah turut mengalami peningkatan. Apalagi jika keseimbangan hormon tidak lancar, terutama insulin yang tidak mencukupi untuk proses penurunan gula darah maka akan muncul masalah diabetes. Jika tubuh tidak dapat menghasilkan insulin, kadar glukosa akan meningkat. Secara tidak langsung mengakibatkan glukosa darah berlebihan (hiperglisemia). Namun, hiperglisemia adalah masalah biasa di kalangan perempuan hamil yang sebelumnya mempunyai masalah berat badan.Gestational diabetes umumnya mulai terjadi ketika masa kehamilan memasuki bulan kelima atau keenam. Kandungan gula darah meningkat pada minggu ke-38 atau ketika memasuki masa kehamilan delapan bulan. Perempuan hamil sangat perlu mencermati kadar gula darah agar janin atau bayi yang dilahirkan nanti tidak mengidap diabetes. Umumnya, setelah melahirkan, 90 sampai 95 persen kadar gula mereka kembali normal. Namun, harus tetap diwapadai, perempuan yang mengidap diabetes ketika hamil mempunyai risiko 20 hingga 50 persen terkena diabetes dalam waktu lima hingga sepuluh tahun. Diabetes saat hamil jika tidak mendapat perawatan khusus dapat menyebabkan masalah pada ibu dan bayi yang dikandungnya. Ibu berisiko mengalami diabetic ketoacidosis, hiperglisemia, jangkitan, tekanan darah tinggi, komplikasi ketika bersalin. Bayi mungkin akan lahir terlalu besar sehingga mungkin memerlukan bedah untuk melahirkan.Komplikasi pada janin lainnya adalah termasuk cacat seperti sumbing dan gagal jantung, lahir prematur, kematian bayi, macrosomia (bayi terlalu besar melebihi empat kilogram), hipoglisemia (kurang gula dalam darah), dan risiko mendapat obesiti atau mengidap diabetes tipe II pada masa dewasanya.Sangat dianjurkan untuk memperhatikan dalam mengkonsumsi seperti nasi, roti, mi semasa hamil sebab dikhawatirkan akan menyebabkan gula darah tinggi. Oleh karena itu, harus diupayakan mengkonsumsi makanan sumber protein, vitamin, dan zat besi seperti daging, ayam, sayur mayur, buah, dan kacang-kacangan. Secara umum, gestational diabetes tidak membahayakan. Namun, jika tidak cukup mendapat perawatan akan memberi risiko pada janin. Perhatian yang cukup akan gizi, terutama makanan rendah gula dan mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang mengurangi risiko diabetes di masa kehamilan. (berbagai sumber)

(msh/)