Sindroma Kardio Metabolik

ADVERTISEMENT

Sindroma Kardio Metabolik

- detikHealth
Jumat, 24 Jun 2005 10:19 WIB
Jakarta - Akhir-akhir ini, beberapa laporan penelitian memberi perhatian pada Sindroma Kardio Metabolik (SKM), terutama di kalangan remaja. Diduga, memiliki SKM berpotensi berkembang menjadi penyakit jantung koroner (PJK). Demikian tulis Dr Budhi Setianto dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI dalam acara Workshop Jantung Sehat pertengahan Juni 2005 di Jakarta. Mengikuti rentang waktu alamiah, SKM menjadi faktor risiko utama PJK antara lain hipertensi, diabetes, dan dislipidemia, serta obesitas. Jika ditambah dengan kebiasaan merokok malahan dipastikan akan terdapat semakin banyak serangan PJK. SKM ditandai dengan terlihatnya obesitas abdominal, meningkatnya tekanan darah, kadar darah puasa, triglisera, dan HDL kolesterol. Obesitas abdominal dengan lingkar perut pada laki-laki 102 cm atau lebih dan pada perempuan 88 cm atau lebih. Peningkatan tekanan darah diatas 130/85 mm Hg. Sedang kadar gula darah puasa 110 mg/dl atau lebih, triglisera kurang dari 150/dl, dan HDL kolesterol pada laki-laki kurang dari 40 mg/dl dan pada perempuan kurang dari 50 mg/dl. Apabila terdapat tiga dari lima gejala ini maka patut diduga memiliki SKM. Sementara itu dua kajian lain, epidemiologi dan autopsi juga menunjukkan risiko kardiovaskular dapat diidentifikasi sejak usia dini. Kajian epidemiologi memperlihatkan faktor risiko kardiovaskular dapat diprediksi ketika dewasa akan menjadi faktor risiko PJK. Sedang kajian autopsi pada anak muda merupakan fase awal penyakit atherosklerosis sebelum munculnya gejala klinis kardiovaskular. Sebuah penelitian lain juga menyimpulkan faktor obesitas menempati urutan tertinggi risiko kardiovaskular. Riset ini mencermati empat faktor antara lain kegemukan, kolesterol (LDL dan total kolesterol) yang mewakili dislipidemia, metabolik-karbohidrat (gula darah, insulin, HDL kolesterol, trigliserid, yang mewakili kencing manis, dan tekanan darah sistolik dan diastolik yang mewakili hipertensi. Pencegahan PJK dapat dilakukan sejak dini ketika masa remaja dengan melakukan pencegahan terhadap obesitas, tidak merokok, berolahraga, dan memperhatikan gizi seimbang. Pencegahan melalui berbagai aktivitas ini juga sebagai upaya pencegahan terhadap diabetes mellitus, dislipidemia, dan hipertensi.

(msh/)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT