Jumat, 05 Agu 2005 17:11 WIB

Terapi Latihan untuk Penderita Asma

- detikHealth
Jakarta - Terapi latihan untuk penderita asma mempunyai kegunaan mengoptimalkan program pengobatan asma. Dalam beberapa keadaan, terapi latihan terbukti dapat mengurangi penderitaan asma dan bahkan dapat menenangkan serangan asma. Senam napas sehat adalah salah satu pilihan terapi latian pada penderita asma. Senam Nafas Sehat (SNS) diperkenalkan pada 1987 atas kerjasama Yayasan Asma Indonesia (YAI) Jawa Timur dan Unit Rehabilitasi Medik RS Dr. Soetomo Surabaya. Seperti yang dituturkan oleh Deddy Herman P, Amd Ft dalam sebuah tulisannya di sebuah situs, SNS diciptakan karena terapi latihan untuk penderita asma kurang efektif. Pasien seringkali tidak melakukan terapi latihan di rumah.Melalui SNS diharapkan pasien akan mendapatkan pola latihan tertentu,berkelompok, sehingga lebih bersemangat melakukan SNS di rumah. Sampai saat ini SNS terbutki efektif mengurangi frekuensi serangan dan dapat membantu menenangkan serangan asma. Terapi latihan untuk penderita asma ini adalah gimnastik respirasi atau senam pernapasan dan program terapi latihan pernapasan atau fisioterapi yang umum, Gimnastik Respirasi atau Senam Pernafasan Tujuan gimnastik respirasi atau senam pernapasan adalah memperbaiki kelenturan atau fleksibilitas ronggo dada sehingga dapat mengambang dan mengempis secara optimal, memperbaiki kelenturan dan kekuatan diafragma (sekat rongga-badan) sehingga pernafasan perut atau diafragma optimal. Selain itu senam pernapasan diharapkan dapat meregangkan otot-otot pernafasan,memperbaiki kelenturan rongga dada, dan menghilangkan kondisi otot yang selalu menegang. Senam pernapasan ini memudahkan pernafasan yang benar dan memperbaiki postur tubuh. Umumnya di dalam gimnastik respirasi juga terdapat latihan pernafasan.Terapi Latihan Pernapasan atau Fisioterapi Umum
  • Latihan Pernafasan atau breathing exercise berbeda dengan gimnastik respirasi, meskipun didalamnya juga terdapat latihan-latihan yang bertujuan memperbaiki kelenturan rongga dada serta diafragma. Tujuan utamanya pada penderita asma adalah untuk melakukan pernafasan yang benar dan efisien.Latihan pernafasan pada penderita asma selain ditujukan untuk memperbaiki fungsi alat pernafasan, juga bertujuan melatih penderita asma mengatur pernafasan jika terasa akan datang serangan ataupun sewaktu serangan asma. Latihan pernafasan utama bagi penderita asma adalah latihan nafas perut atau diafragma. Kekhususan di dalam latihan adalah waktu mengeluarkan nafas (ekspirasi) dikerjakan secara aktif, sedangkan sewaktu menarik nafas, lebih banyak secara pasif. Pengeluaran nafas melalui mulut dengan cara seperti meniup lilin atau bersiul, pelahan, dengan mengkempiskan dinding perut. Sewaktu inspirasi, dinding perut relaks atau pasif dan udara masuk ke paru-paru melalui hidung.
  • Latihan relaksasi pada penderita asma bertujuan mencapai kondisi relaks baik sewaktu ada serangan maupun di luar serangan. Tujuan yang ingin dicapai adalah penderita secara spontan dapat relaksasi, baik pada otot-otot pernafasannya maupun mentalnya, pada saat serangan terasa akan datang atau sedang dalam serangan. Bila penderita telah terlatih melakukan tehnik pernafasan terpola seperti pada latihan nafas, hal ini juga dapat membantu banyak untuk menghilangkan rasa tegang dan panik (mental) karena penderita lepas dari keadaan: dikontrol oleh nafas yang sesak. Sebaliknya penderita tetap yang mengontrol nafasnya meskipunmasih sesak. Hal ini memberi rasa percaya diri dan membuat penderita menjadi lebih relaks.
  • Latihan untuk memperbaiki postur tubuh pada penderita asma berat atau kronis. Postur tubuh menjadi agak bungkuk dengan kedua bahu agak terangkat. Tampak otot-otot pernafasan menonjol, memendek dan kaku. Terdapat saling keterkaitan antara postur tubuh dan otot-otot tubuh yang membesar dan kaku, serta pernafasan yang paradoksal. Gimnastik respirasi untuk penderita asma biasanya telah memasukan unsur perbaikan postur tubuh ini di dalamnya.
  • Latihan membuang sekret. Terdapat kecenderungan meningkatnya sekret atau cairan yang dihasilkan selaput dinding jalan nafas. Lendir jalan nafas dan biasanya juga menjadi kental sehingga diperlukan program untuk membuangnya. Oleh sebab itu penderita asma perlu dilatih untuk:
    1. Batuk yang benar (efektif),
    2. Melakukan apa yang disebut drainase postural. Yaitu suatu usaha untuk mengalirkan sekret atau dahak yang bercokol di saluran napas dengan menggunakan hukum gaya berat (gravitasi). Dengan memposisikan penderita sedemikian rupa, untuk waktu tertentu, sehingga oleh karena gaya berat sekret dapat mengalir ke saluran napas bronchus utama, kemudian dibatukkan ke luar.
    Gimnastik respirasi tidak ada efek langsung pada program ini. Tetapi, latihan ini akan memberikan efek positif kepada efektifitas batuk, melalui perbaikan kapasitas vital paru, serta perbaikan fungsi otot latissimus dorsi atau otot punggung yang lebar dan panjang.

    (msh/)