Senin, 08 Agu 2005 13:57 WIB

Emosi Cetuskan Kekambuhan Asma

- detikHealth
Jakarta - Emosi rupanya berpengaruh terhadap kekambuhan asma. Emosi yang kuat seperti misalnya perasaan terlalu gembira, perasaan kesal akibat suasana kerja yang tidak menyenangkan, atau perasaan sedih karena ditinggal kekasih dapat menyebabkan asma kambuh, terutama pada penderita asma menahun. Asma bronkial adalah suatu penyakit peradangan yang berlangsung kronis di saluran napas. Peradangan ini membuat jalan napas memberikan respon yang berlebihan. Saluran napas yang mengalami peradangan akan menyempit dan tertutup oleh lendir sehingga aliran udara terbatas. Umumnya peradangan dan penyempitan saluran napas terjadi bila terpajan berbagai rangsang atau pencetus. Berbagai rangsang dan pencetus adalah infeksi virus, berbagai zat alergen seperti tungau debu rumah, aroma kecoa, sari bunga, jamur, asap rokok, polusi udara, serta zat kimia yang merangsang. Gejala utama asma ditandai dengan sesak napas disertai dengan bunyi mengi. Mengi ini sering disebut bengek. Penderita asma biasanya mempunyai riwayat batuk memberat terutama malam hari, mengi berulang, sering merasa sulit bernapas, dan kerap merasa dada seperti diikat. Berat ringannya asma dapat diukur dari seberapa sering timbulnya gejala asma dan seberapa berat fungsi paru terganggu. Serangan asma timbul sewaktu-waktu. Namun, sebenarnya peradangan yang terjadi di saluran napas bersifat kronis dan berlangsung terus dalam waktu lama. Oleh karena itu, ada penderita asma yang harus menggunakan obat setiap hari. Karena sifatnya yang kronis maka istilah yang tepat untuk asma bukanlah sembuh melainkan terkontrol. Termasuk kontrol terhadap emosi yang tanpa disadari penderita asma sering menyebabkan kekambuhan asma. Obat-obat yang diberikan adalah obat yang bersifat meredam peradangan dan obat untuk penanggulangan serangan. Dosis pemakaian disesuaikan dengan berat ringannya penyakit serta respon terhadap pengobatan.Asma diobati dan dikendalikan dengan tujuan agar penderita dapat mencegah gejala yang mengganggu, baik pada siang maupun malam hari. Selain itu, mencegah serangan asma yang berat, hanya memerlukan sesedikit mungkin obat penanggulangan serangan, dapat hidup secara aktif dan produktif, serta memiliki fungsi paru senormal mungkin.

(msh/)
dMentor
×
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses Selengkapnya