Selasa, 09 Jan 2018 18:15 WIB

Diet Experience

Pernah Diare Gara-gara Susu Pelangsing, Sekarang Pilih Rajin Bersepeda

Atika Rahadian - detikHealth
Foto: dok: Pribadi
Jakarta - Tiap orang punya cara yang berbeda untuk bisa sukses menurunkan berat badan. Ada yang cukup dengan diet saja, ada pula yang harus mengkombinasikannya dengan olahraga.

Atika Rahadian, seorang perempuan di Jakarta, sepertinya termasuk yang kedua. Ia pernah mencoba membatasi makan saja, pernah pula mengonsumsi suplemen susu pelangsing. Tapi malah diare karena tidak cocok.

Apa yang terjadi setelah akhirnya ia memilih beli sepeda? Simak selengkapnya di bawah ini. Jangan lupa tinggalkan komentar ya, agar Atika bisa mendapatkan voucher belanja dari detikcom.

Baca juga: Masih Ada Waktu! Ceritakan Pengalaman Dietmu, Raih Voucher Jutaan Rupiah

Awal mula berat badan saat pertama kali kerja di tahun 2013 itu sekitar 50 kg. Dan dengan seiringnya waktu, berat badan naik dengan pesat. Di kantor sering sekali dapat makanan-makanan seperti cake, donuts, dan cemilan-cemilan lainnya.

Waktu itu juga sering makan di atas jam 8 malam, seperti pecel ayam, nasi goreng, bubur, dan makanan berat lainnya dan jarang sekali berolahraga. Tak terasa di pertengahan tahun 2015, berat badan sudah mencapai diangka 72 kg. Itu adalah angka terberat saya!

Kaget tentunya, dan sangat sedih mengingat banyak pakaian yang sudah tidak muat. Gampang lelah ketika berjalan dan sering sakit kepala setiap harinya.

Awalnya mencoba berbagai macam diet, dan selalu gagal. Pernah juga mencoba produk susu pelangsing, tetapi malah terkena diare beberapa hari karena tidak cocok.

Tak menyerah, di awal tahun 2016 saya membeli sebuah sepeda. Yang saya gunakan untuk berangkat dan pulang kerja dari hari senin sampai kamis. Menyiksa dan sungguh latihan yang berat tentunya, karena tidak terbiasa olahraga.

Saya juga mulai mencoba kebiasaan untuk tidak makan malam setelah jam 6 sore dan mengurangi konsumsi makanan manis. Minuman bersoda-pun diganti dengan air putih hangat.

Diet dan sering bersepeda akhirnya membuahkan hasil. Berat badan turun secara perlahan dan pasti. Dari angka 72 kg, lalu turun menjadi 68 kg, turun lagi 65 kg, dan di akhir tahun 2016 berat badan saya di angka 62 kg.

Ya, sebuah proses yang lama tentunya. Tapi itu semua telah menjadikan kebiasaan yang baik buat saya sampai sekarang ini. Saya sudah tidak makan malam lagi, jarang mengkonsumsi makanan manis yang membuat gula darah saya stabil, dan tetap minum air putih hangat setiap saat.

Oh yah, tentunya saya sudah jarang sakit kepala dan suka dengan aktivitas berjalan kaki ketika libur kerja. Dan kini berat badan saya stabil di angka 53 kg. Tentu saya tetap melakukan rutinitas dan kebiasaan yang sudah saya lakukan setiap harinya demi menjaga berat badan stabil.

Butuh niat dan tek ad yang kuat untuk menurunkan berat badan, dan harus bisa mengetahui proses-proses yang dibutuhkan tubuh. Karena setiap individu berbeda-beda, ada yang hanya dengan diet makanan saja atau dengan olah raga saja, berat badan gampang dijaga. Intinya, tetap makan dan minum yang sehat dan rajin berolahraga.

Selamat mencoba.



(up/up)
News Feed