Rabu, 10 Jan 2018 11:20 WIB

Diet Experience

Mak Jeder! Termotivasi Diet Setelah Kerabat Kena Diabetes dan Diamputasi

Nurul Rahmawati - detikHealth
Foto: dok: Pribadi
Jakarta - Motivasi diet bisa datang dari mana saja, kadang-kadang bisa datang dari peristiwa yang tidak mengenakkan. Misalnya ada kerabat yang diamputasi karena terserang diabetes.

Nurul Rahmawati, seorang perempuan di Surabaya, mengalaminya sendiri. Omnya terserang diabetes di usia yang masih muda, padahal tampak luar seolah segar bugar. Nurul yang merasa gaya hidupnya agak asal-asalan, langsung menganggapnya sebagai 'wake up call'.

Mau tidak mau, Nurul mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat. Berikut ini perjalanan diet yang diterapkan Nurul setelah tersadar akan risiko kesehatan yang mengancamnya. Jangan lupa tinggalkan komentar jika menurutmu cerita ini cukup inspiratif.

Baca juga: Masih Ada Waktu! Ceritakan Pengalaman Dietmu, Raih Voucher Jutaan Rupiah

DIET? Apaan tuh? Bertahun-tahun saya terbelenggu dalam pikiran "Saya nggak butuh diet! Wong saya udah laku (udah kawin) ngapain saya musti kurus? Nggak papa lah gendut, yang penting sehat, wakakaka"

Saya menikmati semua makanan enak, prinsip hidup yang selama ini saya usung adalah "Hidup untuk makan, makan untuk hidup, yeayyy!" Baik stres maupun kondisi normal, saya selalu berburu kuliner yang enak. Apalagi, Surabaya ini "racun" banget untuk urusan kuliner. Mana mungkin kita bisa bertahan dari godaan rawon, lontong kikil, bakso, tahu campur, sego babat, penyetan iga, bakwan, ikan pe... macam-macam yummyyyy!

Sampai kemudian, om saya yang tampak segar bugar, ternyata divonis terkena diabetes melitus dan kakinya HARUS DIAMPUTASI! Mak jederrrr, sumpah saya kaget dengar berita barusan. Wadaw, saya juga hobi banget makan & minum yang manis-manis, gimana dong.

Selang kejadian om, tragedi lainnya menimpa ibuku, beliau divonis kanker paru! Aduduuh, saya makin merasa ini adalah "wake up call" Banyak keluarga kami yang terkena penyakit degeneratif. Silent killer. Sehingga, mau tak mau, suka atau tidak, saya harus MENGUBAH mindset, bahwa bodi mblegenuk yang saya miliki ini pertanda banyak potensi penyakit yang bersemayam di sana.

Maka.... saya pun mulai browsing dan mencari mana tipikal diet yang cocok untuk saya. Dari aneka ragam metode, saya paling cocok dengan FOOD COMBINING. Karena saya sekaligus ingin menurunkan kadar gula darah, jadi nasi putih dimakan siang aja, sama sayur. Saya perbanyak buah, bonusnya kulit jadi rejuvenate dan tampak lebih muda.

Di awal diet, pasti rasanya lemas. Tapi saya ga mau menyerah Saya mau sehat! Untuk tubuh supaya tetap fit, saya men-download beberapa video exercise di YouTube, di antaranya zumba for weight loss, Pilates, Yoga for beginner, kickboxing dan Tabata. Juga beberapa dance workout yang simple, mudah dipraktekkan dengan lagu-lagu upbeat, jadi makin semangat exercise-nya. Kok nggak malas olahraga sendirian? Engga dong. Karena sudah niat dari awal kan?

O iya, saya juga makin semangat diet, setelah tahu bahwa akan ikut event Google Local Guides Summit di California. Jadi, saya bertekad bodi saya harus mendingan, biar foto-fotonya bagus ketika di landmark San Francisco dan kantor Google.

Bonusnya.... wajah saya (kata banyak orang) tampak lebih segar, glowing, lebih muda. Badan juga lebih kuat!



(up/up)
News Feed