Rabu, 10 Jan 2018 16:49 WIB

Diet Experience

Berjuang Melawan Obesitas Demi Bisa Dapat Keturunan

feed
Dikirim Oleh
Addiscenna
Foto: dok: Pribadi Before Foto: dok: Pribadi After
Jakarta - Cinta pada keluarga jadi kekuatan Addiscenna dalam menjaga komitmen diet sehat. Pria asal Tangerang Selatan ini rela berjuang melawan obesitas agar bisa hidup bahagia bersama keluarga.

Selain dihantui ancaman penyakit jantung, pria ini juga belum bisa mendapatkan keturunan. Menurut dokter, faktor obesitas turut berpengaruh pada kondisinya tersebut.

Demi bisa menghabiskan waktu lama bersama istri tercinta, ia mengumpulkan berbagai informasi tentang diet dan hidup sehat. Informasi-informasi tersebut ia terapkan dan hasilnya ia sukses menurunkan berat badan dari 128 kg menjadi 87 kg.

Berikut ini cerita Addiscenna tentang perjalanan dietnya. Tinggalkan komentar jika menurutmu cerita ini cukup inspiratif dan layak mendapatkan voucher belanja dari detikcom.

Baca juga: Masih Ada Waktu! Ceritakan Pengalaman Dietmu, Raih Voucher Jutaan Rupiah

Setelah lebaran tahun 2017 saya mengalami gangguan detak jantung. Selama 2 minggu saya merasakan jantung saya berdebar setiap hari, dan kata dokter saya bisa saja mengalami serangan jantung karena jantung saya sudah terselimuti oleh lemak. Saat itu berat badan saya 128 kg.

Selain gangguan detak jantung, masalah yang saya hadapi adalah saat ini saya sudah menikah, tetapi belum memiliki keturunan. Dokter juga bilang bisa saja obesitas yang saya alami adalah faktor penghambat saya memiliki keturunan.

Sejujurnya saya sempat berfikir bahwa saya tidak mungkin memiliki badan ideal, karena seluruh keluarga saya gemuk, sehingga saya berfikir bahwa kegemukan ini adalah genetik dan tidak bisa dirubah. Tetapi keinginan saya untuk bisa hidup lebih lama dengan istri saya dan memiliki keturunan membuat saya berkata dalam hati, pasti bisa dan harus bisa.

Saya mempelajari cara diet melalui internet, ternyata cara yang cukup efektif adalah dengan menghitung kalori yang sesuai, makan dengan pola yang teratur dan berolahraga secara rutin.

Pada awalnya saya merasa pusing karena saya mengurangi karbohidrat secara drastis, tetapi kompensasinya saya memperbanyak sayur, buah, dan protein. Selain itu saya membagi makanan menjadi 5x makan dalam 1 hari dengan total konsumsi 2.000 kalori per hari (sesuai basal metabolic rate saya).

Saya rutin olahraga lari setiap 2 hari, dan saya juga melakukan olahraga angkat beban di antaranya, sehingga saya tidak pernah melewati hari tanpa olahraga.

Saat ini berat badan saya 87 kg, saya merasa lebih sehat, lebih bersemangat, dan lebih bertenaga, semoga setelah ini saya dan istri bisa segera memiliki keturunan.



(up/up)
News Feed